INDRAMAYU, KOMPAS.com – Jemaah haji asal Jawa Barat yang tiba di Asrama Haji Indramayu kini dilayani dengan sistem terpadu one stop service. Seluruh proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan dilakukan dalam satu titik sejak kedatangan, Selasa (21/6/2026).
Layanan ini mencakup pemeriksaan kesehatan, pembagian gelang identitas, paspor, uang living cost, hingga kartu Nusuk. Proses pemeriksaan koper pun turut dilakukan di asrama haji, agar jemaah dapat fokus menunaikan ibadah setibanya di Tanah Suci.
“Misalnya kalau dulu kita Nusuk di sana ya (Arab Saudi), nah sekarang dibagikan di sini dan diaktivasi di sini. Jadi one stop service,” kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Indramayu, Effendy, saat ditemui di Asrama Haji Indramayu, Selasa (21/6/2026).
Pantauan Kompas.com di lokasi, sebanyak 445 jemaah haji asal Indramayu yang tergabung dalam kloter 1 mulai memasuki asrama haji pada hari yang sama. Berbeda dari biasanya, tidak ada seremoni penyambutan yang memakan waktu lama.
Jemaah lansia langsung mendapat pengawalan khusus begitu turun dari bus. Petugas telah menyiapkan kursi roda untuk memudahkan mobilitas mereka sebelum diarahkan masuk ke aula. Di sana, pemeriksaan kesehatan hingga pembagian kartu Nusuk dilakukan sebelum jemaah beristirahat di kamar masing-masing.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian, menjelaskan bahwa percepatan proses ini bertujuan agar jemaah memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum terbang melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati pada hari berikutnya.
“Ini untuk mempersingkat waktu dan memperbanyak waktu jamaah untuk bisa langsung beristirahat ke kamar,” jelasnya.
Persiapan Matang untuk Jemaah Haji Jawa Barat
Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 29.643 jemaah haji asal Jawa Barat akan diberangkatkan. Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat memastikan seluruh persiapan telah dilakukan untuk menyukseskan agenda pemberangkatan tahun ini.
Fasilitas di Asrama Haji Indramayu juga dikebut pembangunannya. Diharapkan pada tahun 2026 ini, asrama tersebut dapat melayani hingga 40 kloter jemaah.
Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenhaj Jawa Barat, Elfin Fakhridas, menambahkan bahwa dari total 29.643 jemaah Jawa Barat, sebanyak 17.600 jemaah akan masuk ke Asrama Haji Indramayu dan terbang dari Bandara Kertajati.
Elfin menuturkan bahwa Asrama Haji Indramayu telah menunjukkan progres pembangunan yang signifikan dan kini dilengkapi empat gedung penginapan berkapasitas besar, masing-masing mampu menampung sekitar 400 jemaah.
Fasilitas Pendukung Jemaah
Selain penginapan dan layanan administrasi, kebutuhan dasar jemaah juga menjadi prioritas. Asrama haji dilengkapi dengan dapur umum yang mampu memproduksi ribuan porsi makanan setiap hari.
Pasokan air bersih dipastikan aman dengan dukungan dari PDAM. Fasilitas klinik kesehatan juga tersedia untuk memastikan kondisi jemaah tetap prima sebelum keberangkatan.
Lebih lanjut, area manasik yang luas disiapkan untuk membantu jemaah mematangkan persiapan ibadah.
“Area manasik ini menjadi tempat latihan bagi jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci,” ujarnya.
Pemerintah optimistis dengan sistem baru dan fasilitas yang mumpuni ini, proses pemberangkatan jemaah haji tahun 2026 dapat berjalan lancar dan nyaman.






