Regional

ASN Yahukimo Tewas Ditembak di Depan Kos, Pelaku Diduga OPM

Advertisement

YAHUKIMO, KOMPAS.com — Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dilaporkan tewas setelah menjadi korban penembakan pada Selasa (21/4/2026) malam. Pelaku diduga merupakan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Korban diketahui bernama Yones Yohame, berusia 35 tahun, yang mengalami luka tembak pada bagian dada kanan. Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut.

“Saya mewakili Kodam XVII/Cenderawasih mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga korban dan mengutuk kekejian oleh OPM, yang dengan sengaja menembak warga sipil, sehingga korban meninggal dunia,” ujar Kolonel Inf Tri Purwanto dalam keterangan resminya, Rabu (22/4/2026).

Kronologi Penembakan

Peristiwa nahas tersebut terjadi di kompleks Perumahan Eselon III, Distrik Dekai, sekitar pukul 20.20 WIT. Menurut laporan, korban saat itu sedang berada di depan tempat kosnya dan bermain WiFi.

Tiba-tiba, terdengar satu kali letusan senjata api. Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung berhamburan menyelamatkan diri. Sementara itu, korban dilaporkan tetap berada di tempat.

Beberapa saat kemudian, saksi mendekati korban dan menemukan luka tembak di bagian dada. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Advertisement

Pengejaran Pelaku

Kolonel Inf Tri Purwanto menyatakan bahwa aparat keamanan gabungan saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk memburu pelaku yang diduga telah melarikan diri ke kawasan hutan.

“Saat ini aparat keamanan gabungan sedang melaksanakan penyelidikan atas kasus ini,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat di wilayah Yahukimo untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh situasi keamanan.

Jenazah korban saat ini disemayamkan di RSUD Dekai. Proses pemakaman masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak keluarga korban.

Advertisement