Regional

Dua Pelajar SMA di Bogor Diduga Disiram Air Keras, Polisi Selidiki Pelaku dan Motifnya

Advertisement

BOGOR, KOMPAS.com – Dua pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, diduga menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Kepolisian Resor Bogor saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi kekerasan tersebut.

Menurut keterangan Kasat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO) Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, laporan mengenai kejadian ini diterima pada Selasa (21/4/2026) sore. Peristiwa dugaan penyiraman air keras tersebut diduga terjadi pada Senin malam sebelumnya.

“Kemarin sore laporannya, kejadiannya berarti Senin malam karena Selasa sore dilaporkan,” ujar Silfi saat dikonfirmasi pada Rabu (22/4/2026).

Kronologi Versi Saksi

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun dari kakak salah satu korban, insiden ini terjadi ketika kedua pelajar tersebut sedang dalam perjalanan pulang setelah berkumpul atau nongkrong sepulang sekolah.

“Versi kakaknya adalah dua anak ini pulang sekolah terus nongkrong dulu. Abis nongkrong mau pulang malam lewatin jalan itu tiba-tiba disiram,” jelas Silfi.

Akibat penyiraman tersebut, kedua korban mengalami luka serius pada bagian wajah. Saat ini, mereka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Advertisement

Pihak kepolisian belum dapat memperoleh keterangan langsung dari para korban. Hal ini dikarenakan kondisi kesehatan mereka yang masih dalam tahap pemulihan pasca-kejadian.

“Korban belum bisa dimintai keterangan, kita juga belum dapat real-nya seperti apa, kita fokus pemulihan korban dulu. Kalau parah atau tidak nanti dokter yang menyatakan,” ungkap Silfi.

Penyelidikan Lanjutan

Tim kepolisian dari Polres Bogor terus bekerja di lapangan untuk mengumpulkan bukti dan keterangan. Upaya penyelidikan difokuskan pada pengungkapan kronologi kejadian secara utuh, identifikasi pelaku, serta penentuan motif yang mendasari tindakan penyiraman air keras tersebut.

“Iya masih lidik, anggota masih di lapangan,” pungkas Silfi.

Advertisement