SURABAYA, CNN Indonesia — Pemerintah Kota Surabaya menjalin kerja sama strategis dengan sektor swasta, termasuk perkantoran, mal, dan pertokoan, untuk mengintegrasikan kamera pengawas (CCTV) milik mereka ke dalam sistem Command Center 112. Langkah ini bertujuan memperluas jangkauan pemantauan aktivitas di pedestrian dan jalan raya demi meningkatkan keamanan dan ketertiban kota.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa kolaborasi ini memungkinkan Pemkot mengakses rekaman CCTV eksternal yang menghadap ke area publik. “Saat ini sedang kerja sama dengan perkantoran dan mal untuk bisa mengakses CCTV-nya yang di luar,” ungkap Eddy pada Rabu (22/4/2026).
Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha. Hingga kini, sekitar 70 pengusaha telah memberikan izin akses terhadap CCTV mereka yang terpasang di area publik, khususnya di sepanjang Jalan Panglima Sudirman hingga Jalan Ahmad Yani. Koordinasi intensif untuk memuluskan program ini difasilitasi langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Sinkronisasi Sistem CCTV Menjadi Tantangan
Proses integrasi sistem CCTV ini menemui tantangan teknis lantaran beragamnya merek dan tipe perangkat yang digunakan oleh masing-masing pengusaha. Menyadari kompleksitas ini, Pemkot Surabaya menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mengkaji solusi integrasi jaringan.
“Sedang kami kaji bersama ITS, apakah beberapa tipe CCTV ini bisa dijadikan satu,” ujar Eddy, menekankan pentingnya sinkronisasi agar seluruh CCTV dapat terhubung dalam satu sistem yang terpadu.
Target Integrasi Tiga Bulan ke Depan
Pemkot Surabaya menargetkan agar jaringan CCTV di jalan-jalan utama kota dapat diakses dan terintegrasi penuh dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, diperkirakan sekitar Agustus 2026. Hasil integrasi ini nantinya akan terhubung langsung dengan layanan darurat Call Center 112.
Eddy menegaskan bahwa fokus pengawasan adalah pada CCTV yang menghadap ke jalan umum, termasuk area parkir tepi jalan, dan bukan pada area internal bangunan. “Kita tidak meminta yang mengarah ke dalam, hanya CCTV yang ke arah jalan dan parkir tepi jalan umum,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pemkot Surabaya terus berupaya mengajak lebih banyak pengusaha untuk berpartisipasi dalam program ini. Diharapkan partisipasi yang lebih luas akan semakin memperkuat cakupan pengawasan di ruang publik dan berkontribusi pada terciptanya lingkungan yang lebih aman bagi seluruh warga.






