Travel

Walking Tour Kompas.com, Jelajah 13 Toko Kopi dan Wisata Legendaris Jakarta Pusat

Advertisement

Kompas.com menggelar program walking tour perdana bertajuk BerKemana pada Sabtu (18/4/2026), mengajak pembaca menjelajahi 13 titik legendaris di Jakarta Pusat, mulai dari jejak kopi hingga bangunan bersejarah. Tur yang fokus pada sejarah dan budaya kopi ini mematok biaya pendaftaran mulai dari Rp 200.000 per orang.

Jejak Emas Hitam dan Sejarah Ibu Kota

Wisata jalan kaki ini dirancang untuk memberikan pengalaman mendalam bagi para peserta, menyusuri rute dari kawasan Menteng hingga Jalan Sabang. Selama perjalanan, peserta didampingi oleh dua pemandu wisata dari Jalur Medina yang membagikan informasi mengenai nilai sejarah di setiap destinasi.

Perjalanan dimulai dari Masjid Cut Meutia pada pukul 08.00 WIB dan berakhir di Hotel Mercure Jakarta Sabang pada pukul 13.00 WIB. Selain mendapatkan pengalaman edukatif, peserta juga dimanjakan dengan sarapan roti dari Paris Baguette, coffee break, serta santap siang buffet di Hotel Mercure Jakarta Sabang. Salah satu peserta beruntung bahkan berkesempatan memenangkan voucher menginap di hotel tersebut melalui kompetisi foto dan video terbaik selama tur.

Ragam Titik Pemberhentian dalam Tur

Berikut adalah daftar 13 destinasi yang dikunjungi dalam walking tour perdana Kompas.com:

1. Masjid Cut Meutia

Masjid Cut Meutia di Jalan Taman Cut Mutiah Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat, menjadi titik kumpul dan pemberhentian pertama. Bangunan bersejarah yang didirikan sejak 1912 ini merupakan peninggalan era kolonial Belanda sebelum akhirnya diresmikan sebagai masjid pada 1987. Masjid ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak 1961.

2. Toko Kopi Luwak

Bergeser ke arah Stasiun Gondangdia, peserta diajak mampir ke Toko Kopi Luwak yang telah berdiri sejak 1970 dan kini dikelola generasi ketiga. Berlokasi di Jalan Srikaya I Nomor 25, Kebon Sirih, Menteng, toko ini masih mempertahankan metode penggilingan kopi tradisional. Biji kopi arabika dari Lampung, Toraja, hingga Sidikalang dijual dengan harga mulai dari Rp 120.000 hingga Rp 260.000 per kilogram.

3. Restaurant Rendezvous

Restoran legendaris Rendezvous, yang mudah dikenali dari fasadnya yang dominan warna merah muda, menjadi pemberhentian berikutnya. Restoran ini telah beroperasi sejak 1973 dan konsisten menyajikan hidangan peranakan otentik.

4. Masjid Cut Nyak Dien

Masjid Cut Nyak Dien, yang beberapa kali direnovasi untuk menjaga kondisinya, juga menjadi salah satu titik pemberhentian. “Jadi awalnya tuh semua orang masih salat di Masjid Cut Meutia, terus karena overload, akhirnya pindah ke masjid ini,” ujar Nurdita Afifah, pemandu wisata sekaligus co-founder Jalur Medina, menjelaskan perpindahan jemaah.

5. Khong Guan Mart

Toko Khong Guan di Jalan Sabang menjadi destinasi selanjutnya. Meskipun gerai di Jalan Haji Agus Salim, Menteng, Jakarta Pusat, belum buka saat rombongan tiba pada pukul 09.20 WIB, sejarahnya yang berawal dari imigran asal Fujian di Singapura menjadi bagian dari narasi tur. Khong Guan dikenal luas sebagai bagian dari tradisi Lebaran di Indonesia.

Advertisement

6. Jakarta Coffee House

Terletak persis di seberang Khong Guan Mart, Jakarta Coffee House mulanya berlokasi di Cipete, Jakarta Selatan. Nurdita menjelaskan bahwa kedai kopi ini menjual beragam kopi dari berbagai daerah di Indonesia dan aktif menggelar kelas untuk barista profesional.

7. Bakmi Toko Tiga

Tak jauh dari lokasi sebelumnya, Bakmi Toko Tiga menawarkan kuliner peranakan halal yang dapat dinikmati oleh kalangan Muslim.

8. Sarinah

Sebagai salah satu ikon ibu kota, Mal Sarinah yang diresmikan pada 15 Agustus 1966 menjadi pusat perbelanjaan pertama di Indonesia. Berlokasi strategis di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, rombongan tur memasuki mal untuk mengamati relief dan eskalator pertama di Indonesia.

9. Sate Kambing Lamongan

Di tengah perjalanan menuju Jalan Sabang, Nurdita membagikan cerita mengenai latar video musik “Yang Terdalam” dari grup band NOAH yang menampilkan suasana Jalan Sabang sekitar 13 tahun lalu.

10. The Atjeh Connection

Gerai kopi The Atjeh Connection di Jalan Sabang, yang dibuka pada 2016, menjadi simbol perluasan bisnis yang namanya identik dengan ujung barat Indonesia. Gerai ini merupakan cabang dari kedai pertama yang dibuka di Apartemen Slipi, Jakarta Barat.

11. Sakura Anpan

Sakura Anpan Cake Shop, yang telah eksis sejak 1978, menjadi salah satu bakery legendaris di Jakarta. “Bentuk bangunan di fasadnya sendiri kan kita sudah langsung lihat, kayaknya ini sudah lama banget gitu ya,” ujar Nurdita mengenai bangunan toko roti di Jalan Haji Agus Salim Nomor 25 A, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

12. Sabang 16 dan Kopi Ko Acung

Kopitiam legendaris Sabang 16 dengan konsep vintage-nya yang terkenal dengan roti srikaya panggang dan kopi tradisional, serta Kopi Ko Acung yang menawarkan kuliner khas Peranakan Kalimantan Barat, turut dilewati dalam perjalanan.

13. Hotel Mercure Jakarta Sabang

Hotel Mercure Jakarta Sabang menjadi penutup tur. Di sini, peserta menikmati minuman segar, jamu, serta camilan. Sesi coffee cupping yang dipandu oleh Barista Trainer dari Kenal Coffee Roastery, Arie Nugroho dan Suraj Singh, menjadi puncak acara sebelum pembagian suvenir Berkemana dan makan siang buffet.

Advertisement