Global

Situasi Makin Panas, Pasukan AS Sergap Kapal Terkait Iran Dekat Indonesia

Advertisement

WASHINGTON – Pasukan Amerika Serikat dilaporkan berhasil mengamankan sebuah kapal tanker minyak mentah yang diduga terkait dengan Iran di wilayah Indo-Pasifik. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya Washington untuk memperketat sanksi terhadap Teheran dan mengganggu jaringan ilegal yang mendukung rezim tersebut.

Menurut keterangan dari Departemen Pertahanan AS, kapal tanker bernama M/T Tifani digeledah pada Senin malam, 20 April 2026. Laporan The Wall Street Journal pada Selasa (21/4/2026) mengutip catatan pendaftaran kapal yang menunjukkan adanya pola pergantian bendera secara berkala. Data dari Equasis menyebutkan alamat pemilik kapal terdaftar di Suriname, sementara manajer komersialnya tercatat beralamat di sebuah kantor WeWork di Mumbai.

Berdasarkan data pelacakan kapal MarineTraffic, M/T Tifani terakhir kali memancarkan sinyal lokasinya di Samudra Hindia, berada di antara Sri Lanka dan Malaysia. Penegasan dari Departemen Pertahanan AS melalui pernyataan yang diunggah di platform X menekankan komitmen mereka untuk melanjutkan operasi penegakan hukum maritim global. “Kami akan mencegat kapal-kapal yang dikenai sanksi yang memberikan dukungan material kepada Iran, di mana pun mereka beroperasi,” tegas pernyataan tersebut.

Fase Baru Tekanan AS terhadap Iran

Operasi penyergapan kapal tanker ini menandai eskalasi baru dalam kampanye tekanan ekonomi yang dilancarkan oleh pemerintahan Gedung Putih terhadap Iran. Para pejabat menyebut strategi ini sebagai “kemarahan ekonomi”, yang tidak hanya berfokus pada pemblokiran pelabuhan Iran, tetapi juga meluas ke penindakan kapal-kapal yang terhubung dengan Iran di berbagai perairan internasional. Langkah ini mencakup kapal-kapal dalam kategori “armada gelap” serta kapal yang diduga mengangkut senjata untuk mendukung rezim tersebut.

Advertisement

Ini menjadi kali pertama pasukan AS melakukan operasi penumpangan kapal yang terkait dengan Iran di luar kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, telah mengumumkan perluasan cakupan operasi penindakan yang dilakukan oleh Pentagon pekan lalu.

Juru Bicara Gedung Putih, Anna Kelly, dalam sebuah pernyataan menegaskan adanya kolaborasi erat antara Departemen Pertahanan, Departemen Luar Negeri, dan Departemen Keuangan AS. Tujuannya adalah untuk memberikan tekanan ekonomi maksimal terhadap rezim Iran di tengah berlangsungnya negosiasi. “Presiden optimis bahwa semua faktor ini akan membantu memfasilitasi kesepakatan perdamaian,” ujar Kelly.

Advertisement