JAKARTA, Kompas.com — Teknologi regenerative braking pada mobil listrik menawarkan potensi peningkatan jarak tempuh hingga 10 persen dengan cara memanfaatkan kembali energi yang terbuang saat pengereman. Fitur inovatif ini mengubah energi kinetik menjadi energi listrik yang kemudian mengisi ulang baterai kendaraan.
Prinsip kerja regenerative braking terbilang sederhana. Ketika pengemudi melepaskan pedal akselerator atau menginjak pedal rem, motor listrik pada mobil akan beralih fungsi menjadi generator. Energi dari pergerakan mobil dikonversi menjadi listrik dan disimpan kembali ke dalam baterai, sehingga memungkinkan mobil untuk menempuh jarak lebih jauh.
Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Aion Indonesia, mengkonfirmasi bahwa kontribusi regenerative braking terhadap penambahan jarak tempuh cukup signifikan. “Pengaruhnya cukup signifikan, sekitar 5 sampai 10 persen untuk penambahan, tergantung pada medan yang dilalui,” ujar Iqbal kepada Kompas.com pada Jumat (17/4/2026).
Menurut Iqbal, kondisi jalan menurun menjadi skenario paling ideal untuk memaksimalkan kinerja sistem ini. Saat mobil meluncur dengan sedikit atau tanpa akselerasi, energi yang dihasilkan dari regenerative braking akan lebih besar dibandingkan saat berkendara di medan datar atau menanjak.
Bahkan dalam penggunaan sehari-hari di perkotaan, efeknya tetap terasa. Terutama saat menghadapi lalu lintas padat yang menuntut pengemudi untuk sering berhenti dan bergerak kembali. Proses pengereman yang berulang dalam situasi seperti ini menjadi peluang untuk mengisi ulang energi baterai secara perlahan.
“Jika misalnya, dari Lembang (Bandung) turun, itu bisa menambah sekitar 10 hingga 15 kilometer jarak tempuh. Namun, jika jaraknya tidak terlalu jauh, sistem akan menyesuaikan juga,” jelas Iqbal.
Bagi pengguna mobil listrik, regenerative braking dapat diartikan sebagai “bonus energi gratis” yang diperoleh selama perjalanan. Meskipun tidak sepenuhnya menggantikan kebutuhan pengisian daya, fitur ini memegang peranan penting dalam meningkatkan efisiensi dan jangkauan tempuh mobil listrik.
“Karena itu sangat membantu efisiensi baterai. Bahkan saat jalan menurun, ketika regenerative braking diaktifkan, daya baterai bisa bertambah,” pungkas Iqbal.

![[POPULER OTOMOTIF] Motor yang Pakai BBM RON 98, Mobil Bekas Diesel [POPULER OTOMOTIF] Motor yang Pakai BBM RON 98, Mobil Bekas Diesel](https://www.manadotoday.co.id/wp-content/uploads/2026/04/69e2fb07a4b8e-1-768x512.webp)




