JAKARTA, KOMPAS.com – Kebiasaan memanaskan kendaraan di pagi hari kerap menjadi perdebatan di kalangan pemilik mobil modern. Meskipun teknologi mesin semakin canggih, pertanyaan mengenai efisiensi dan kebutuhan pemanasan mesin sebelum berkendara tetap mengemuka, terutama terkait potensi pemborosan bahan bakar.
Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, menegaskan bahwa mobil keluaran terbaru tetap memerlukan pemanasan, namun dengan durasi yang jauh lebih singkat dibandingkan mobil generasi lama. “Mobil sekarang tetap perlu dipanaskan, tapi tidak perlu lama, sekitar 2 menit sudah cukup,” ujar Lung Lung kepada Kompas.com, Senin (20/4/2026).
Fungsi Pemanasan Mesin Modern
Berbeda dengan mobil lawas yang mengandalkan pemanasan untuk menaikkan suhu mesin yang dingin, pada mobil modern, tujuan utamanya adalah memastikan oli mesin bersirkulasi sempurna ke seluruh komponen. Saat mesin pertama kali dinyalakan, oli cenderung berada di bagian bawah. Memberikan jeda sekitar dua menit memungkinkan oli melumasi seluruh bagian mesin secara merata, sehingga mengurangi gesekan berlebih saat kendaraan mulai digunakan.
Tanpa jeda pemanasan yang memadai, terutama saat mesin masih dingin, komponen internal mesin berisiko mengalami keausan yang lebih cepat. Meskipun dampaknya tidak langsung terlihat, keausan tersebut dapat memengaruhi umur panjang mesin.
Hindari Pemanasan Berlebihan
Di sisi lain, Lung Lung juga menekankan pentingnya tidak memanaskan mobil terlalu lama dalam kondisi diam. Kebiasaan ini tidak hanya minim manfaat tambahan bagi sistem mesin yang efisien, tetapi juga berpotensi meningkatkan konsumsi bahan bakar. “Kalau terlalu lama juga percuma, karena sistem sekarang sudah dirancang lebih efisien. Yang penting oli sudah bersirkulasi,” jelasnya.
Oleh karena itu, durasi pemanasan yang optimal menjadi kunci. Dengan rentang waktu sekitar dua menit, mesin dianggap siap untuk digunakan tanpa membuang bahan bakar secara sia-sia. Sebagai langkah lanjutan, setelah pemanasan singkat tersebut, pengemudi disarankan untuk memulai perjalanan dengan kecepatan rendah. Hal ini bertujuan agar mesin dapat beradaptasi secara bertahap hingga mencapai suhu kerja ideal.






