Otomotif

Harga Pertamax Turbo Naik, Ini Daftar Mobil yang Wajib Pakai RON Tinggi

Advertisement

Jakarta – Kenaikan harga Pertamax Turbo (RON 98) mendorong sebagian pemilik kendaraan untuk mempertimbangkan penggunaan bahan bakar dengan oktan lebih rendah. Namun, tidak semua mobil dapat melakukan penyesuaian tersebut, mengingat beberapa segmen kendaraan memang dirancang spesifik untuk menggunakan bahan bakar beroktan tinggi demi menjaga performa dan keawetan mesin.

Kebutuhan oktan sebuah mesin tidak hanya ditentukan oleh ada tidaknya turbocharger, melainkan lebih kepada rasio kompresi dan teknologi yang diusung. Semakin tinggi rasio kompresi mesin, semakin tinggi pula kebutuhan oktan bahan bakar untuk mencegah terjadinya detonasi atau pembakaran dini.

Secara umum, mesin dengan rasio kompresi di atas 12:1 disarankan menggunakan BBM RON 98 seperti Pertamax Turbo. Sementara itu, mesin dengan kompresi 11:1 hingga 12:1 idealnya menggunakan RON 95, dan mesin dengan kompresi di bawah angka tersebut dapat menggunakan RON 92.

Mobil yang Wajib Menggunakan Pertamax Turbo (RON 98)

Segmen kendaraan yang secara spesifik membutuhkan BBM beroktan tinggi mencakup mobil dengan rasio kompresi tinggi atau performa tinggi, baik yang menggunakan turbocharger maupun tidak. Beberapa di antaranya adalah:

  • Honda Civic RS Turbo (mesin 1.5L VTEC Turbo)
  • Mazda CX-5 (teknologi Skyactiv dengan kompresi tinggi)
  • BMW seri 3 / seri 5 (menggunakan turbo dan kompresi tinggi)
  • Mercedes-Benz C-Class / E-Class
  • Mobil sport seperti Porsche, Ferrari, dan Lamborghini

Kendaraan-kendaraan ini umumnya mengadopsi teknologi direct injection, turbocharger, atau memiliki rasio kompresi mesin yang sangat tinggi. Kombinasi teknologi tersebut menghasilkan tekanan yang signifikan di dalam ruang bakar. Penggunaan bahan bakar dengan oktan rendah pada mesin seperti ini berpotensi memicu pembakaran yang tidak diinginkan.

Tri Yuswidajajanto Zaenuri, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), menjelaskan bahwa penggunaan supercharger atau turbocharger secara umum memerlukan BBM dengan RON 95 atau 98. “Teknologi direct injection minimum RON 98,” ujarnya.

Mobil Turbo Entry yang Masih Fleksibel

Menariknya, tidak semua mobil bermesin turbocharger secara mutlak mewajibkan penggunaan RON 98. Beberapa model mobil di Indonesia masih dapat mentoleransi penggunaan RON 92, tergantung pada pengaturan mesin yang diterapkan oleh pabrikan. Contohnya meliputi:

  • Toyota Raize 1.0 Turbo
  • Daihatsu Rocky 1.0T
  • Nissan Magnite Turbo

Mobil-mobil tersebut umumnya memiliki rasio kompresi yang relatif lebih rendah, berkisar antara 9:1 hingga 10:1. Kondisi ini membuat mereka lebih toleran terhadap penggunaan BBM RON 92, meskipun performa optimal tetap dapat dicapai dengan oktan yang lebih tinggi.

Mengapa Mesin Modern Membutuhkan Oktan Tinggi?

Perkembangan teknologi pada mesin modern menjadi alasan utama meningkatnya kebutuhan akan bahan bakar beroktan tinggi. Mesin yang dilengkapi turbocharger, sistem direct injection, serta rasio kompresi yang tinggi beroperasi dengan tekanan dan suhu yang jauh lebih besar di dalam ruang bakar.

Menurut Tri Yuswidjajanto Zaenuri, kondisi operasional mesin modern ini menuntut bahan bakar memiliki ketahanan yang baik terhadap detonasi agar proses pembakaran berjalan normal. “Kalau RON bahan bakarnya tidak sesuai, bisa terjadi pembakaran dini atau knocking karena tekanan dan temperatur di ruang bakar mesin modern sudah tinggi,” jelas Tri.

Advertisement

Ia menambahkan, fenomena knocking tidak hanya menurunkan performa mesin, tetapi juga berdampak pada efisiensi bahan bakar. “Efeknya tenaga turun, konsumsi BBM jadi lebih boros, dan kalau terjadi terus-menerus bisa merusak komponen seperti piston,” ujar Tri.

Dalam jangka panjang, penggunaan bahan bakar dengan oktan lebih rendah dari spesifikasi yang direkomendasikan berisiko mempercepat keausan hingga kerusakan pada komponen internal mesin, terutama pada kendaraan yang mengusung teknologi canggih.

Diesel: Menggunakan Cetane Number sebagai Ukuran

Berbeda dengan mesin bensin, mesin diesel menggunakan cetane number (CN) sebagai acuan utama, bukan RON. Angka CN mengindikasikan seberapa cepat bahan bakar diesel terbakar setelah diinjeksikan ke dalam ruang bakar.

“Pada mesin diesel, yang dilihat itu cetane number. Semakin tinggi nilainya, pembakaran lebih cepat dan lebih stabil, sehingga mesin bekerja lebih halus,” terang Tri.

Pada mesin diesel modern yang telah mengadopsi sistem common rail, kebutuhan bahan bakar dengan cetane tinggi menjadi krusial karena sistem ini bekerja dengan tekanan injeksi yang sangat tinggi. “Kalau cetane terlalu rendah, pembakaran bisa terlambat dan tidak sempurna. Dampaknya mesin terasa kasar, performa turun, dan efisiensi juga tidak optimal,” kata Tri.

Oleh karena itu, Dexlite dengan CN sekitar 51 masih dapat digunakan untuk kebutuhan harian. Namun, untuk menjaga performa dan kehalusan mesin tetap optimal, bahan bakar dengan cetane lebih tinggi seperti Pertamina Dex dianggap lebih ideal, khususnya bagi kendaraan diesel modern.

Beberapa mobil diesel di Indonesia yang akan mendapatkan manfaat optimal dari penggunaan bahan bakar dengan cetane tinggi antara lain:

  • Toyota Fortuner Diesel
  • Mitsubishi Pajero Sport
  • Isuzu MU-X

Penggunaan bahan bakar yang sesuai spesifikasi teknis sangat penting, mengingat sistem injeksi pada mesin diesel modern beroperasi dengan tekanan sangat tinggi dan memerlukan presisi dalam kualitas pembakaran.

Kesimpulannya, tidak semua mobil memerlukan Pertamax Turbo. Namun, terdapat segmen kendaraan yang memang dirancang untuk memanfaatkan BBM beroktan tinggi. Faktor penentu utama adalah rasio kompresi dan teknologi mesin. Memilih bahan bakar di bawah spesifikasi mungkin terlihat menghemat di awal, namun berpotensi menurunkan performa bahkan memicu kerusakan mesin dalam jangka panjang.

Advertisement