Ratusan warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menggelar unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan kantor bupati, Selasa (21/4/2026). Aksi yang dipicu oleh isu dugaan perselingkuhan bupati dengan seorang konsultan politik itu berujung kericuhan hingga adu jotos dengan aparat gabungan.
Massa yang tergabung dalam Poros Pemuda Berlawan (Pormula) tiba di gedung DPRD Gowa, Jalan Masjid Raya, Sungguminasa, sekitar pukul 13.00 Wita. Ratusan pengunjuk rasa langsung menerobos gerbang dan terlibat bentrokan fisik dengan petugas keamanan yang berjaga di halaman kantor.
Peristiwa ini berawal dari keresahan masyarakat yang berkembang luas mengenai dugaan perselingkuhan Bupati Gowa, Husniah Talenrang, dengan salah satu konsultan politiknya. Isu tersebut telah beredar di masyarakat selama beberapa bulan terakhir.
“Gowa adalah tanah yang menjunjung tinggi adat istiadat dan kalau pemimpin berselingkuh maka apa kata dunia dan ini sudah menjadi rahasia umum,” teriak salah satu orator di hadapan massa.
DPRD Janjikan Pembentukan Pansus
Kericuhan sempat mereda setelah anggota DPRD Gowa keluar dan berdialog dengan para pengunjuk rasa. Sempat terjadi adu mulut ketika salah satu anggota DPRD menawarkan untuk menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait dugaan tersebut, namun tawaran itu ditolak oleh massa.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gowa, Abdul Razak Daeng Lewa, menyatakan, “Kami akan segera melakukan RDP dan memanggil seluruh pihak yang terkait dengan kasus ini.”
Namun, massa menuntut tindakan yang lebih tegas. Pihak DPRD akhirnya berjanji akan segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menyelidiki dugaan tindakan asusila yang dituduhkan kepada bupati.
“Tadi kita sudah mendengar bersama bahwa pihak DPRD melalui tiga komisi bahwa akan segera membentuk Pansus atas dugaan tindakan tidak tercela yang dilakukan oleh bupati Gowa,” ujar Fahim, koordinator lapangan unjuk rasa, kepada Kompas.com.
Setelah mendapatkan kepastian tersebut, massa pengunjuk rasa kemudian mengalihkan titik aksi ke depan kantor bupati yang berjarak sekitar 300 meter dari gedung DPRD.
Massa Gagal Bertemu Bupati
Di depan kantor bupati, ratusan warga melanjutkan unjuk rasa hingga pukul 16.00 Wita. Mereka menuntut untuk bertemu langsung dengan bupati atau pejabat lainnya, namun tidak kunjung diterima.
Pengunjuk rasa terus berupaya menerobos masuk ke halaman kantor bupati, namun kembali dihalau oleh ratusan aparat gabungan yang melakukan pengamanan.
Terkait polemik yang berkembang, Bupati Gowa Husniah Talenrang melalui rilis tertulis oleh Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Pemda Kabupaten Gowa, membantah tudingan tersebut. “Itu tidak benar dan informasi itu tidak berdasar,” tegasnya.






