MEDAN, ANTARA — Keberangkatan perdana jamaah calon haji tahun 2026 dari Embarkasi Medan dijadwalkan berlangsung dini hari nanti. Kelompok Terbang (Kloter) 1 akan menjadi rombongan pertama yang bertolak menuju Tanah Suci.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus, mengkonfirmasi bahwa total ratusan jamaah akan diberangkatkan dalam penerbangan perdana tersebut. “Sebanyak 360 calon haji Kloter 1 Embarkasi Medan dijadwalkan akan diterbangkan pada Rabu (22/4/2026) pukul 03.05 WIB,” ungkap Zulkifli Sitorus di Medan, Selasa (21/5/2026).
Rincian Keberangkatan Kloter 1
Zulkifli menjelaskan bahwa seluruh jamaah calon haji yang tergabung dalam Kloter 1 ini berasal dari dua daerah di Sumatera Utara, yaitu Kota Binjai dan Kota Medan. Mereka akan diberangkatkan melalui Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.
“Kloter 1 Embarkasi Medan ini berasal dari dua kota di Sumatera Utara, yakni Binjai dan Medan yang akan diterbangkan di Bandara Kualanamu,” katanya.
Para jamaah akan menumpangi pesawat Garuda Indonesia dengan tujuan langsung ke Kota Madinah, Arab Saudi.
Peran Garuda Indonesia dalam Penyelenggaraan Haji
Dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, Garuda Indonesia memegang peranan penting sebagai salah satu maskapai pengangkut jamaah haji Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun, maskapai nasional ini direncanakan akan mengangkut total 102.502 calon haji Indonesia.
Pengangkutan tersebut akan dilakukan melalui 276 kelompok terbang yang diberangkatkan dari 10 embarkasi di seluruh Indonesia, meliputi:
- Banda Aceh
- Medan
- Padang
- Jakarta (Asrama Haji Banten dan Pondok Gede)
- Solo
- Yogyakarta
- Banjarmasin
- Balikpapan
- Makassar
- Lombok
Penyesuaian Layanan Haji untuk Kenyamanan Jamaah
Pemerintah juga telah melakukan sejumlah penyesuaian dalam skema pemberangkatan jamaah haji tahun ini, khususnya bagi jamaah asal Sumatera Utara yang berjumlah 5.922 orang. “Pemerintah menyiapkan layanan baru untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan jamaah,” papar Zulkifli Sitorus.
Salah satu perubahan signifikan adalah pada sistem keberangkatan di bandara. Jika sebelumnya jamaah kerap melalui jalur tertentu yang berpotensi menimbulkan risiko, kini prosesnya diatur agar lebih aman dan efisien.
Zulkifli menegaskan bahwa jamaah tidak lagi melalui jalur kargo bandara udara, melainkan langsung melalui terminal internasional Bandara Kualanamu. “Jamaah melalui garbarata ke pesawat udara agar mengurangi risiko, dan meningkatkan rasa aman, nyaman pada jamaah kita,” tuturnya.
Pemerintah berharap seluruh proses pemberangkatan jamaah calon haji tahun ini dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti. Aspek keselamatan, kenyamanan, dan kekhusyukan ibadah menjadi prioritas utama. “Harapan kita tentu jamaah bisa beribadah dengan khusyuk, aman, nyaman, sehingga bisa menggapai haji mabrur sesuai cita-cita mereka di tanah suci,” ujar Zulkifli Sitorus.






