Kekalahan Arsenal dari Manchester City di Stadion Etihad, Minggu (19/4/2026) waktu setempat, membuat Pelatih Mikel Arteta menilai perburuan gelar juara Liga Inggris kembali terbuka. Hasil tersebut menyempitkan jarak kedua tim di papan klasemen menjadi hanya tiga poin.
“Liga Inggris dimulai kembali, hampir. Mereka memiliki satu pertandingan simpanan, kami unggul tiga poin, lima pertandingan tersisa, jadi permainan dimulai,” ujar Arteta usai pertandingan.
Dalam laga tersebut, Arsenal sempat menyamakan kedudukan melalui gol Kai Havertz setelah Manchester City unggul lebih dulu berkat gol Rayan Cherki. Namun, Erling Haaland memastikan kemenangan tuan rumah lewat golnya pada menit ke-65. Kekalahan ini membuka peluang Manchester City untuk mengambil alih puncak klasemen jika mampu memenangi laga tunda melawan Burnley, terutama dengan keunggulan selisih gol.
Keyakinan Arsenal Tetap Terjaga
Meskipun menelan kekalahan, Mikel Arteta menegaskan bahwa timnya tetap memiliki keyakinan yang kuat dalam upaya memperebutkan gelar musim ini. Ia melihat para pemain masih menyimpan semangat besar untuk bersaing hingga akhir kompetisi.
“Segala sesuatu masih harus diperjuangkan. Jadi kami tahu betapa besarnya keinginan kami memenanginya dan kami tidak akan berhenti dan kami akan melaju lagi, itu sudah pasti,” ungkapnya.
Arsenal saat ini masih memimpin klasemen Liga Inggris, namun tekanan semakin meningkat dengan hanya lima pertandingan tersisa. Setiap poin yang diraih kini menjadi krusial dalam menentukan siapa yang akan keluar sebagai juara.
Arteta menilai posisi timnya saat ini tetap ideal untuk bersaing, meskipun persaingan semakin memanas di fase akhir musim.
Fokus pada Lima Laga Penentu
Menanggapi potensi keraguan terhadap mentalitas pemainnya, Arteta menolak anggapan tersebut. Ia justru melihat skuadnya berada dalam situasi yang diinginkan oleh banyak tim besar.
“Jika saya harus memilih para pemain untuk memenangi Liga Inggris dengan lima pertandingan tersisa di tangan kami dan berada di final Liga Champions, saya pikir saya seharusnya berada di rumah saja,” katanya.
Suasana ruang ganti Arsenal diakui dipenuhi rasa kecewa pasca kekalahan tersebut. Namun, para pemain telah sepakat untuk segera bangkit dan mengalihkan fokus sepenuhnya pada sisa pertandingan yang ada.
Dengan lima laga tersisa, Arsenal kini dihadapkan pada periode yang sangat menentukan. Hasil di setiap pertandingan akan menjadi penentu utama peluang mereka dalam mengakhiri penantian panjang gelar juara Liga Inggris.






