Apple Inc. mengumumkan perubahan besar dalam struktur kepemimpinannya. Tim Cook akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Chief Executive Officer (CEO) setelah hampir 15 tahun memimpin raksasa teknologi tersebut. Posisinya akan diisi oleh John Ternus, yang sebelumnya menjabat sebagai Senior Vice President of Hardware Engineering.
Pergeseran kepemimpinan ini akan berlaku efektif mulai 1 September 2026. Keputusan ini telah disetujui oleh dewan direksi Apple setelah melalui proses suksesi yang matang. Tim Cook akan tetap berada di perusahaan hingga musim panas 2026 untuk memastikan kelancaran transisi sebelum mengambil peran baru sebagai Executive Chairman.
Dalam pernyataan resminya, Tim Cook mengungkapkan keyakinannya terhadap sosok John Ternus. “Ia adalah seorang visioner dengan kontribusi luar biasa selama lebih dari 25 tahun di Apple, dan tanpa diragukan adalah orang yang tepat untuk memimpin Apple ke masa depan,” kata Cook. Ia menambahkan bahwa Ternus memiliki “pemikiran seorang insinyur, jiwa seorang inovator, dan hati untuk memimpin dengan integritas.”
Pengumuman ini menandai akhir dari era Tim Cook sebagai CEO, yang dimulai pada 24 Agustus 2011, menggantikan Steve Jobs. Di bawah kepemimpinannya, Apple mengalami pertumbuhan pesat dan menjadi perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia. “Menjadi CEO Apple dan dipercaya memimpin perusahaan luar biasa ini adalah kehormatan terbesar dalam hidup saya,” ujar Cook.
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada tim Apple. “Saya mencintai Apple sepenuh hati, dan sangat bersyukur dapat bekerja dengan tim yang jenius, inovatif, kreatif, dan penuh kepedulian, yang tanpa henti berdedikasi untuk memperkaya kehidupan pelanggan dan menciptakan produk serta layanan terbaik di dunia,” tambahnya.
Profil John Ternus, Sang Penerus
John Ternus bukanlah sosok baru di Apple. Ia telah bergabung dengan perusahaan sejak tahun 2001. Perjalanannya dimulai di tim desain produk, kemudian naik menjadi Vice President of Hardware Engineering pada 2013, dan akhirnya masuk dalam jajaran eksekutif pada 2021.
Saat ini, perannya sebagai Senior Vice President of Hardware Engineering menempatkannya sebagai penanggung jawab pengembangan perangkat keras di seluruh lini produk Apple, mulai dari iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, hingga AirPods. Sepanjang kariernya, Ternus memiliki rekam jejak yang kuat dalam menghadirkan inovasi produk.
Ia terlibat dalam pengembangan lini iPad dan AirPods, serta memimpin evolusi berbagai generasi iPhone dan Mac. Salah satu kontribusi terbesarnya adalah transformasi lini Mac melalui penggunaan Apple Silicon, yang secara signifikan meningkatkan performa dan efisiensi daya.
Inovasi dalam desain hardware, material, serta peningkatan daya tahan dan umur pakai perangkat juga menjadi fokusnya. Ternus juga mendorong pengembangan teknologi ramah lingkungan, seperti penggunaan aluminium daur ulang dan material inovatif seperti titanium cetak 3D pada Apple Watch Ultra.
Dalam peluncuran produk terbaru, tim di bawah kepemimpinannya turut memperkenalkan lini iPhone 17 series dan AirPods dengan fitur-fitur canggih. Ternus dikenal memiliki latar belakang teknik yang kuat, dengan gelar Teknik Mesin dari University of Pennsylvania.
Seiring penunjukannya sebagai CEO, Ternus juga akan menjadi anggota dewan direksi Apple. “Saya sangat bersyukur atas kesempatan untuk melanjutkan misi Apple,” kata Ternus. “Saya merasa rendah hati menerima peran ini, dan berjanji memimpin dengan nilai dan visi yang telah mendefinisikan Apple selama setengah abad,” imbuhnya.
Arthur Levinson, yang sebelumnya menjabat sebagai Non-Executive Chairman, akan bergeser menjadi Lead Independent Director.
Warisan Tim Cook: Kerek Kapitalisasi Apple
Tim Cook bergabung dengan Apple pada tahun 1998 dan mengambil alih posisi CEO pada 2011. Selama masa kepemimpinannya, Apple meluncurkan berbagai produk dan layanan baru yang ikonik, termasuk Apple Watch, AirPods, Apple Vision Pro, serta layanan seperti iCloud, Apple Pay, Apple TV, dan Apple Music.
Ia juga berhasil memperluas lini produk yang sudah ada. Di bawah arahan Cook, kapitalisasi pasar Apple melonjak lebih dari 1.000 persen, dari sekitar 350 miliar dollar AS menjadi menembus 4 triliun dollar AS (sekitar Rp 65.000 triliun), menjadikannya perusahaan paling bernilai di dunia.
Pendapatan tahunan perusahaan juga mengalami peningkatan signifikan, hampir empat kali lipat dari 108 miliar dollar AS pada 2011 menjadi lebih dari 416 miliar dollar AS pada tahun fiskal 2025. Saat ini, Apple beroperasi di lebih dari 200 negara dan wilayah, memiliki lebih dari 500 toko ritel, dan basis perangkat aktif yang melampaui 2,5 miliar unit di seluruh dunia.






