Tekno

Dulu Jual Sepatu Kini Jadi Perusahaan AI, Saham Allbirds Melejit 420 Persen

Advertisement

Perusahaan sepatu asal Amerika Serikat, Allbirds, yang pernah jaya dengan produk ramah lingkungan, kini menempuh jalur tak terduga. Brand yang identik dengan sneakers berbahan wol merino dan serat kayu eucalyptus ini dilaporkan akan bertransformasi menjadi perusahaan kecerdasan buatan (AI), sebuah langkah yang memicu lonjakan sahamnya hingga 420 persen dalam satu sesi perdagangan.

Allbirds, didirikan pada 2015, sempat menjadi primadona di kalangan pekerja teknologi di Silicon Valley. Perusahaan ini berhasil membangun citra positif melalui komitmennya pada keberlanjutan. Puncaknya, sebelum resmi melantai di bursa saham pada 2021, Allbirds sempat mencapai valuasi fantastis sebesar 4 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 68 triliun.

Namun, euforia kejayaan itu tak bertahan lama. Pasca-IPO, kinerja bisnis Allbirds mengalami kemerosotan signifikan. Popularitasnya perlahan memudar, yang berujung pada penutupan seluruh gerai fisik mereka. Titik terendah dicapai pada 30 Maret 2026, ketika Allbirds resmi dijual kepada American Exchange Group senilai 39 juta dollar AS (sekitar Rp 669 miliar), sebuah angka yang sangat jauh merosot dari valuasi puncaknya.

Lahirnya Newbird AI

Setelah proses akuisisi, Allbirds berencana untuk “lahir kembali” dengan identitas baru, yaitu Newbird AI. Rencana transformasi ini masih menunggu persetujuan dari para pemegang saham dalam rapat yang dijadwalkan pertengahan Mei mendatang.

Dalam strategi perombakan ini, perusahaan telah berhasil mengamankan pendanaan konversi senilai 50 juta dollar AS atau sekitar Rp 858 miliar. Dana tersebut rencananya akan dialokasikan untuk pengadaan Unit Pemrosesan Grafis (GPU) dan pengembangan bisnis komputasi AI.

Advertisement

Ke depan, Newbird AI menargetkan untuk menyediakan layanan GPU-as-a-Service (GPUaaS). Model bisnis ini memungkinkan perusahaan atau startup yang membutuhkan infrastruktur AI untuk menyewa daya komputasi. Langkah ini dinilai strategis mengingat kelangkaan GPU global yang masih terjadi.

Perubahan arah bisnis yang drastis ini langsung mendapatkan respons positif dari pasar. Laporan menyebutkan bahwa saham Allbirds melonjak lebih dari 420 persen setelah pengumuman pivot ke sektor AI.

Demam AI Kembali Mengemuka

Manuver Allbirds ini kembali memicu perdebatan mengenai tren “demam AI” yang saat ini tengah melanda berbagai sektor. Fenomena serupa pernah terjadi pada era gelembung dot-com hingga maraknya teknologi blockchain, di mana banyak perusahaan berlomba-lomba mengadopsi istilah populer untuk menarik minat investor.

Kini, kecerdasan buatan (AI) muncul sebagai kata kunci baru yang dianggap paling menjanjikan di kalangan pelaku industri dan investor.

Advertisement