SURABAYA, KOMPAS.com – Jemaah haji yang berangkat dari Embarkasi Surabaya akan disuguhkan beragam hidangan khas Nusantara selama perjalanan udara menuju Arab Saudi. Menu tersebut telah melalui tahap uji coba (meals test) di Asrama Haji Sukolilo, Jumat (17/4/2026), dan turut disaksikan oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf.
Sajian makanan ini merupakan hasil kerja sama dengan Aerofood ACS (Aerowisata Catering Services), anak perusahaan Garuda Indonesia. Fasilitas dapur mereka berlokasi tidak jauh dari Bandara Internasional Juanda, tepatnya di Jalan Raya Juanda Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.
Menurut Chef Executive ACS, Kristanto, jemaah akan menerima tiga kali sajian utama selama penerbangan. Rinciannya, dua kali makanan berat yang terdiri dari variasi ikan dengan daging serta ikan dengan ayam, ditambah satu kali sajian ringan berupa kudapan dan jus kacang hijau.
“Rata-rata untuk meals (makanan) kita beratnya itu sekitar 470 gram dengan kalori rata-rata 400 kalori. Jadi sangat sudah terjaga sekali untuk jemaah haji,” ujar Kristanto kepada Kompas.com, Jumat.
Ia menjelaskan, pemilihan menu khas Nusantara ini didasarkan pada penyesuaian selera jemaah dan upaya menjaga kesehatan sebelum menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Masakan cenderung Nusantara karena yang pertama yang perlu diwaspadai jemaah haji tidak mau makanan yang pedas. Bahkan tekstur-tekstur cabai juga tidak mau. Mungkin berkaitan dengan kesehatan,” tutur Kristanto.
Proses Pengolahan Makanan dengan Teknik Pembekuan
Dalam satu hari, Aerofood ACS menargetkan produksi sekitar 1.900 porsi makanan untuk jemaah haji. Angka ini mempertimbangkan rata-rata lima jadwal penerbangan per hari, di mana setiap pesawat mengangkut sekira 380 jemaah.
Proses memasak tidak dilakukan sesaat sebelum keberangkatan. Kristanto menjelaskan bahwa makanan diolah setidaknya dua hari sebelum jadwal penerbangan (H-2). Setelah dimasak, makanan akan melalui proses pembekuan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Kalau dimasaknya H-2. CCP (Critical Control Point), kita sesuaikan dengan SOP, standar batas kritis suhu kita sesuaikan sampai packaging tidak boleh lebih dari 45 menit dengan batas kritis suhu di bawah 10 derajat. Setelah itu kita lakukan pembekuan, baru nanti di pesawat ada reheating (memanaskan kembali),” paparnya.
Aerofood ACS juga memastikan ketersediaan menu alternatif bagi jemaah yang memiliki alasan tertentu untuk tidak mengonsumsi hidangan yang telah disiapkan.
“Biasanya kita ada service, kita sediakan bubur apabila jemaah berhalangan makan makanan yang kita sediakan,” imbuh Kristanto.
Rincian Menu Jemaah Haji Embarkasi Surabaya
Berikut adalah daftar menu yang akan disajikan kepada jemaah haji Embarkasi Surabaya selama penerbangan:
Menu Pertama:
- Kentang mustofa
- Ayam bakar bumbu rujak
- Sayuran tumis (kacang panjang, wortel, dan buncis)
- Nasi putih (berat 130 gram)
- Semur daging
- Kerupuk udang
- Puding
- Roti gulung
- Air mineral
Menu Kedua:
- Orek tahu dan tempe
- Kare ayam
- Tumis sayur
- Nasi putih
- Pesmol ikan
- Jeruk
Menu Ketiga (Snack):
- Roti keju
- Muffin pisang
- Susu kacang hijau
- Jenang kudus






