Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup pada zona merah pada perdagangan Selasa (21/4/2026). Indeks acuan bursa saham Indonesia ini tergelincir 0,46 persen atau setara dengan 34,73 poin, berakhir di level 7.559,38.
Sepanjang sesi perdagangan, pergerakan IHSG terpantau berada dalam rentang 7.511,83 hingga 7.568,99. Angka ini sedikit bergeser dari posisi pembukaan di 7.560,28.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat adanya volume transaksi saham yang mencapai 40,77 miliar lembar. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2,665 juta kali, dengan nilai transaksi keseluruhan menyentuh angka Rp 17,38 triliun. Kapitalisasi pasar bursa pada penutupan perdagangan ini berada di angka Rp 13,442 triliun.
Meskipun IHSG ditutup melemah, mayoritas saham yang diperdagangkan justru menunjukkan tren penguatan. Sebanyak 405 saham tercatat menguat, berbanding dengan 283 saham yang melemah, dan 271 saham lainnya stagnan atau tidak mengalami perubahan.
Pergerakan indeks sektoral juga mencerminkan tren serupa. Indeks LQ45, yang berisi saham-saham dengan likuiditas tinggi, ditutup melemah 1,61 persen ke level 743,67. Indeks KOMPAS100 pun turut mengikuti tren negatif dengan penurunan 0,99 persen ke posisi 1.039,51.
Dominasi Penguatan Sektoral
Berbeda dengan IHSG secara keseluruhan, performa sektoral pada perdagangan kali ini justru didominasi oleh penguatan. Hanya dua sektor yang tercatat mengalami pelemahan, yakni sektor energi dan infrastruktur.
Sektor energi tercatat turun 1,02 persen ke posisi 4.084,79, sementara sektor infrastruktur mengalami koreksi tipis sebesar 0,07 persen, menutup perdagangan di level 2.174,42.
Di sisi lain, sektor barang baku menjadi primadona dengan penguatan signifikan sebesar 2,33 persen, mencapai 2.355,54. Sektor silikal juga turut memberikan kontribusi positif dengan kenaikan 1,54 persen ke level 1.151,68.
Penguatan tidak berhenti di situ. Sektor nonsilikal membukukan kenaikan 0,62 persen ke level 767,13, diikuti oleh sektor properti yang naik 1,04 persen ke posisi 983,54.
Sektor teknologi juga menunjukkan performa apik dengan penguatan 1,1 persen ke level 8.146,82. Sektor transportasi berhasil mencatat kenaikan 1,61 persen ke posisi 2.128,73, sementara sektor industri menjadi penguat terbesar dengan lonjakan 2,58 persen ke level 2.222,42.






