JAKARTA, KOMPAS.com – Komika dan sineas Ernest Prakasa baru-baru ini memicu nostalgia di kalangan pengikutnya di media sosial dengan memamerkan kembali motor lawas yang pernah menjadi tunggangannya sehari-hari. Motor tersebut adalah Kawasaki Athlete, yang ia gunakan saat masih bekerja di kantor antara tahun 2008 hingga 2011.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ernest mengungkapkan kebahagiaannya karena berhasil mendapatkan kembali unit serupa setelah melalui proses pencarian dan restorasi. “Ini kendaraan saya sehari-hari waktu ngantor di era 2008–2011,” tulisnya, menandai kembalinya kendaraan ikonik tersebut ke dalam hidupnya.
Kawasaki Athlete: Bebek Sporty dengan Desain Agresif
Kawasaki Athlete, yang dikenal sebagai motor bebek sport, memang meninggalkan jejak yang cukup kuat di masanya. Desainnya tampil agresif, berbeda dari motor bebek konvensional pada umumnya. Ciri khasnya meliputi fairing kecil di bagian depan, bodi yang ramping, serta grafis tajam yang memberikan kesan sporty.
Dari segi performa, Kawasaki Athlete dibekali mesin berkapasitas 125 cc, empat langkah, satu silinder SOHC dengan sistem pendingin udara. Tenaga yang dihasilkan mampu mencapai kisaran 11 tenaga kuda (Tk), sebuah angka yang dinilai cukup memadai untuk menunjang mobilitas harian, terutama di perkotaan.
Mesin tersebut dikombinasikan dengan transmisi manual 4-percepatan tipe rotari. Karakter mesin yang responsif pada putaran bawah hingga menengah menjadi keunggulan lain yang membuat Kawasaki Athlete sangat cocok untuk menghadapi kepadatan lalu lintas perkotaan.
Untuk sektor kaki-kaki, motor ini dilengkapi dengan suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang monoshock. Sektor pengereman juga sudah menggunakan cakram pada kedua rodanya, sebuah fitur yang pada masanya tergolong mumpuni di kelasnya.
Meskipun produksi Kawasaki Athlete telah dihentikan, kemunculannya kembali melalui unggahan Ernest Prakasa kembali menarik perhatian. Desain sporty khas era 2000-an dan karakter mesin yang sederhana memberikan daya tarik tersendiri, menjadikannya unik jika dibandingkan dengan motor bebek modern saat ini.






