Regional

Benda Mirip Rudal di Sumenep Bakal Dicek Jihandak

Advertisement

SUMENEP, KOMPAS.com – Sebuah benda misterius yang diduga menyerupai rudal ditemukan terdampar di pesisir Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Penemuan ini kini tengah dalam penanganan tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) Brimob Polda Jawa Timur.

Kepala Satuan Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Sumenep, Ajun Komisaris Polisi Widiarti, mengonfirmasi keberangkatan tim Jihandak ke lokasi. “Sekarang tim Jihandak Brimob Polda Jatim berangkat ke Kangayan, Mas. Untuk ngecek,” ujarnya pada Rabu (22/4/2026).

Menurut Widiarti, tim Jihandak dikirim untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap benda tak dikenal tersebut. Selain personel dari Polda Jawa Timur, unsur dari tingkat kabupaten juga dilibatkan dalam penanganan di lapangan.

“Yang jelas dari lingkungan Sumenep saja. Instansi terkait, Polres, Kodim, Camat,” tambah Widiarti. Namun, ia mengaku belum dapat memastikan langkah selanjutnya yang akan diambil, apakah benda tersebut akan dievakuasi atau dimusnahkan di lokasi yang aman. “Ya tidak tahu, hasilnya seperti apa. Belum tahu masih,” ungkapnya.

Pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan tim di lapangan untuk memperbarui informasi perkembangan penanganan benda tersebut.

Benda misterius itu pertama kali ditemukan oleh Heri, seorang warga Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, pada Selasa (21/4/2026) pagi. Saat itu, Heri sedang memeriksa perahunya di pesisir Pantai Dusun Aeng Lombi.

Advertisement

Sekitar pukul 06.30 WIB, Heri melihat sebuah benda mencurigakan terdampar di bibir pantai. Ia menduga benda tersebut terbawa arus laut saat pasang. “Air laut sempat pasang. Jadi mungkin terbawa itu,” kata Heri.

Karena bentuknya yang tidak biasa dan menyerupai rudal, Heri memilih untuk tidak mendekat karena khawatir akan potensi bahaya. Ia kemudian memberitahu warga lain dan melaporkan temuannya kepada Husen, yang selanjutnya meneruskan laporan tersebut ke Polsek Kangayan. Tak lama, petugas kepolisian mendatangi lokasi dan segera memasang garis polisi untuk membatasi akses warga.

Benda tersebut juga ditutup menggunakan atap plastik sederhana untuk melindunginya dari cuaca dan menjaga kondisinya sebelum pemeriksaan lebih lanjut dilakukan. Berdasarkan pengamatan awal, benda tersebut memiliki warna kuning, diameter sekitar 30 sentimeter, dan panjang kurang lebih 2 meter. Di bagian belakangnya terdapat sirip serta komponen yang menyerupai penggerak berwarna merah.

Hingga kini, asal-usul benda tersebut masih belum diketahui secara pasti. Publik menanti hasil pemeriksaan tim Jihandak untuk memastikan tingkat bahaya benda tersebut dan menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Advertisement