Regional

Dikira Maling, 2 Pria di Banyuwangi Ternyata Bawa 30 Paket Sabu Siap Edar

Advertisement

BANYUWANGI, CNN Indonesia — Warga Kampung Tegalsangut, Desa Sempu, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil menggagalkan upaya peredaran narkoba setelah mencurigai gerak-gerik dua pria pada Senin (20/4/2026) dini hari. Kedua pria tersebut, yang awalnya dikira hendak melakukan pencurian, ternyata kedapatan membawa 30 paket sabu siap edar saat diamankan warga.

Kejadian bermula sekitar pukul 00.30 WIB, ketika warga melihat dua pria mondar-mandir di area permukiman dengan gelagat mencurigakan. Kesigapan warga, dibantu perangkat desa, berhasil mengamankan kedua individu tersebut sebelum sempat melarikan diri.

Kapolsek Sempu AKP Satrio Wibowo menjelaskan bahwa kecurigaan awal warga mengarah pada tindak pencurian. Namun, setelah dilakukan penggeledahan, kecurigaan itu berubah menjadi pengungkapan kasus narkoba.

“Awalnya memang dikira maling. Tapi setelah digeledah, ditemukan paket sabu. Total ada sekitar 30 paket kecil yang diduga siap edar,” ujar Satrio, Selasa (21/4/2026).

Kedua pria yang diamankan diketahui berinisial FRH, warga Kecamatan Srono, dan MH, warga Kecamatan Cluring. Setelah laporan diterima, polisi segera mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan kedua terduga pelaku.

Pengembangan Kasus oleh Satresnarkoba

Selain puluhan paket sabu, petugas kepolisian juga berhasil menyita sejumlah barang bukti lain yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba. Barang bukti tersebut meliputi dua unit ponsel, satu unit sepeda motor, serta uang tunai.

Advertisement

Saat ini, kedua pria tersebut telah dibawa ke Mapolsek Sempu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menduga kuat bahwa FRH dan MH merupakan bagian dari jaringan pengedar sabu yang beroperasi di wilayah Banyuwangi.

Untuk pendalaman dan pengembangan kasus lebih lanjut, penanganan perkara ini telah dilimpahkan ke Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Banyuwangi.

“Penanganan sudah kami limpahkan ke Satresnarkoba Polresta Banyuwangi. Kami masih dalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat,” jelas Satrio.

Kapolsek Sempu menambahkan bahwa kasus ini menjadi bukti nyata pentingnya kewaspadaan warga terhadap lingkungan sekitar. Kesigapan masyarakat dalam melaporkan dan bertindak terhadap hal-hal mencurigakan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan berbagai tindak kejahatan, termasuk peredaran narkotika.

Advertisement