SAMARINDA, Kompas.com – Pascademo yang berlangsung di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) pada Selasa (21/4/2026), sejumlah persoalan baru muncul. Tumpukan sampah berserakan, fasilitas umum mengalami kerusakan, bahkan kawat berduri yang dipasang sebagai pengamanan masih terpasang di beberapa titik.
Pantauan Kompas.com di lokasi pada Rabu (25/4/2026), kondisi di depan kantor gubernur belum sepenuhnya pulih. Gulungan kawat berduri masih berserakan di trotoar. Jalan dan pagar tampak dilumuri oli, sementara videotron di depan kantor gubernur masih tertutup papan tripleks. Sejumlah tanaman di area taman juga terlihat rusak, bahkan ada yang tercabut diduga akibat aktivitas massa aksi.
Kawat Berduri Masih Terpasang, Akses Terbatas
Upaya konfirmasi ke dalam kompleks kantor gubernur turut mengalami pembatasan. Petugas keamanan tidak mengizinkan pengambilan foto maupun video di area dalam dengan alasan pengamanan. “Ini area netral,” ujar salah satu petugas keamanan di lokasi.
Pagar kawat berduri yang dipasang menjelang aksi unjuk rasa masih terpasang mengelilingi kawasan kantor gubernur. Pagar tersebut membentang hingga ke sekitar rumah jabatan dan bagian belakang kantor. Akses masuk pun masih tertutup kawat, meski sebagian tampak mengalami kerusakan. Di beberapa titik, bekas lumpuran oli juga terlihat menempel pada pagar dan kawat pengaman.
Kerja Ekstra Petugas Kebersihan
Di sisi lain, sisa-sisa sampah dari aksi masih terlihat di kawasan Teras Samarinda, tepat di seberang Kantor Gubernur Kaltim. Nuraini (46), seorang petugas penyapu jalan, mengaku harus bekerja ekstra sejak pagi untuk membersihkan area tersebut. “Saya dari awal Teras buka, Mas. Dari jam 6 lewat, setengah 7 sudah mulai,” ujarnya.
Ia menyebut volume sampah yang ditinggalkan massa tergolong besar dan didominasi oleh plastik bekas minuman. “Lumayan, luar biasa banyaknya. Kebanyakan gelas dan botol plastik,” katanya.
Pembersihan dilakukan secara bertahap dengan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan aparat kepolisian sejak malam hari. “Tadi malam katanya ada bantuan dari DLH sama polisi di beberapa titik,” ujarnya. Meski begitu, hingga pagi hari, pembersihan belum sepenuhnya rampung. “Sekarang sudah agak mending, tinggal sisa-sisanya saja,” katanya.
Fasilitas Rusak, Pengendara Terganggu
Selain sampah, Nuraini juga mengungkapkan adanya kerusakan fasilitas seperti pagar pembatas taman dan instalasi penyemprot air. “Pagar sama tulisan larangan diinjak itu ada yang rusak. Terus pipa penyemprot air juga patah,” ungkapnya.
Keluhan juga datang dari pengguna jalan. Sudirman, seorang pengendara, mengaku terganggu dengan kondisi jalan yang dipenuhi sampah usai aksi. “Saya tadi berangkat sekitar jam 03.00 mau ke pasar, masih banyak sampah di jalan. Memang ada petugas DLH sama polisi yang bersihkan, tapi tetap saja cukup mengganggu,” kata Sudirman.
Ia berharap ke depan para peserta aksi dapat lebih menjaga kebersihan lingkungan. “Harapannya kalau aksi jangan sampai mengotori jalan. Paling tidak sampahnya diamankan masing-masing,” ujarnya.
Hingga kini, proses pembersihan dan penataan kembali kawasan di sekitar Kantor Gubernur Kalimantan Timur masih terus dilakukan secara bertahap.






