PASURUAN, KOMPAS.com – Balai Desa Pasrepan, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menjadi sasaran perusakan oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Senin (20/4/2026) malam. Sejumlah barang, termasuk pigura foto pejabat negara dan lambang Garuda, ditemukan dalam kondisi rusak dan berserakan di lantai aula balai desa.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Kepala Dusun Watulangsi, Hasani (55), sekitar pukul 21.00 WIB. Ia curiga melihat pintu gerbang balai desa yang berlokasi di Jalan Raya Bromo dalam keadaan terbuka lebar. Penemuan ini segera dilaporkan kepada Kepala Desa Pasrepan, Jodi Mulyono (52), yang kemudian meneruskannya ke Polsek Pasrepan.
“Saksi melihat pintu gerbang terbuka, kemudian masuk untuk mengecek. Ternyata di dalam aula sudah dalam kondisi berantakan,” ujar Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno, Selasa (21/4/2026).
Olah TKP Temukan Sejumlah Barang Bukti
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti yang dirusak. Pelaku diduga masuk melalui pintu depan dengan cara membuka paksa pagar balai desa.
Barang-barang yang menjadi sasaran perusakan antara lain pigura foto Presiden dan Wakil Presiden RI, pigura foto Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan, lambang Burung Garuda, serta tiga banner Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Tiang bendera juga dilaporkan roboh.
“Petugas mengamankan beberapa barang bukti, termasuk sobekan bendera Sang Merah Putih dan pigura yang pecah,” tambah Joko.
Kerugian Materiil dan Penyelidikan Berlangsung
Akibat insiden ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 1 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Pihak kepolisian dari Polsek Pasrepan telah memasang garis polisi di area aula balai desa sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut. Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik aksi vandalisme dan perusakan fasilitas negara tersebut.
“Kasusnya masih dalam proses penyelidikan untuk mencari siapa pelakunya,” tegas Joko.
Video pasca-perusakan tersebut telah beredar luas di wilayah Kabupaten Pasuruan, memicu perhatian publik terhadap insiden ini.





