Global

AS Klaim Usir 27 Kapal sejak Blokade Selat Hormuz Dimulai

Advertisement

Komando Pusat militer Amerika Serikat (Centcom) mengklaim telah berhasil memukul mundur setidaknya 27 kapal yang mencoba mengakses pelabuhan Iran sejak blokade di Selat Hormuz diberlakukan sepekan lalu. Klaim ini muncul menyusul insiden penyitaan sebuah kapal kargo bernama Touska oleh Angkatan Laut AS.

Menurut laporan New York Times, seorang pejabat militer AS mengungkapkan bahwa tim Marinir saat ini tengah melakukan penggeledahan intensif terhadap ribuan kontainer di atas kapal Touska. Kapal kargo tersebut sebelumnya dilumpuhkan dan disita oleh Angkatan Laut AS di Teluk Oman pada Minggu (19/4/2026) karena nekat menerobos blokade yang diberlakukan.

Insiden Touska ini tercatat sebagai upaya pertama sebuah kapal kargo yang secara terang-terangan mencoba menghindari barikade laut yang dipasang AS terhadap lalu lintas pelabuhan Iran sejak blokade mulai berlaku.

Nasib Kapal Touska dalam Kajian

Pihak berwenang AS masih mengkaji langkah selanjutnya yang akan diambil setelah proses penggeledahan kapal Touska rampung. Beberapa opsi yang muncul antara lain menarik kapal tersebut ke Oman atau tetap mengizinkannya berlayar ke pelabuhan Iran jika dinilai memungkinkan.

Sementara itu, awak kapal Touska dilaporkan akan segera dipulangkan ke Iran. “Pesan yang beredar adalah sebagian besar kapal tidak ingin berlayar ke sana,” ujar Kevin Donegan, pensiunan wakil laksamana dan mantan komandan Angkatan Laut tertinggi di Timur Tengah, pada Senin.

Detik-detik Pelumpuhan Kapal Touska

Proses penyitaan kapal Touska tidak berjalan mulus. Kapten kapal tersebut dilaporkan telah mengabaikan beberapa peringatan radio dari pihak AS untuk berhenti. Kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance, salah satu dari lebih dari selusin kapal perang Angkatan Laut yang menegakkan blokade AS, kemudian memerintahkan awak kapal Touska untuk mengevakuasi ruang mesinnya.

Advertisement

Dalam sebuah pernyataan, Centcom menuturkan bahwa USS Spruance kemudian menembakkan beberapa peluru dari meriam Mk-45-nya ke sistem propulsi kapal saat Touska berlayar menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran.

Meriam dek Mk-45, yang terletak di haluan Spruance, memiliki kemampuan menembakkan 16 hingga 20 peluru per menit. Proyektil berdiameter 5 inci yang ditembakkan memiliki berat sekitar 31 kilogram masing-masing dan mengandung daya ledak setara dengan sekitar 4,5 kilogram TNT.

Menanggapi penyitaan kapal tersebut, seorang juru bicara militer Iran mengulangi ancaman pada Senin untuk mengambil tindakan yang diperlukan terhadap militer AS. Iran menyatakan telah menunggu untuk mengambil tindakan sejauh ini guna melindungi awak kapal dan beberapa anggota keluarga mereka.

Iran Disebut Membalas, Namun Dibantah AS

Di tengah ketegangan ini, akun-akun media sosial di Iran melaporkan bahwa Teheran telah melancarkan serangan drone balasan terhadap kapal-kapal Angkatan Laut AS di wilayah tersebut. Namun, Pentagon membantah klaim tersebut pada Senin, menyatakan bahwa serangan semacam itu tidak pernah terjadi.

Touska adalah salah satu dari beberapa kapal yang telah dipantau oleh analis intelijen AS dalam beberapa hari terakhir, baik yang berada di dalam maupun di luar batas blokade, kata pejabat militer AS tersebut. “Kami mengawasi setiap orang dari mereka,” kata Laksamana Brad Cooper, kepala Komando Pusat, kepada wartawan pada Jumat (17/4/2026).

Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, menambahkan bahwa komandan militer AS di kawasan lain di dunia, khususnya di kawasan Indo-Pasifik, akan secara aktif mengejar kapal berbendera Iran atau kapal apa pun yang mencoba memberikan dukungan material kepada Iran.

Advertisement