Lima kapal tanker yang terafiliasi dengan Iran dilaporkan menghentikan perjalanan mereka menuju Malaysia dari Teluk Oman setelah menerima peringatan keras dari Amerika Serikat. Keputusan ini diambil sebagai respons atas ancaman pencegatan oleh Angkatan Laut AS terhadap kapal-kapal yang diduga membawa minyak Iran di perairan internasional, sebagaimana dilaporkan oleh The Wall Street Journal.
Salah satu kapal yang terdampak adalah Suezmax Kariz, yang berbendera Iran dan mengangkut sekitar satu juta barel minyak mentah. Kapal ini terdeteksi mengubah haluan di lepas pantai Sri Lanka pada Jumat (17/4/2026), setelah sebelumnya dijadwalkan menuju Malaysia dan Singapura. Nasib serupa dialami oleh kapal Andromeda yang membawa sekitar dua juta barel minyak, yang terpaksa dialihkan saat berada di Samudra Hindia.
Dua tanker kosong, Amak dan Elisabet, juga dilaporkan berbalik arah di dekat Selat Hormuz setelah berpapasan dengan kapal-kapal Angkatan Laut AS. Laporan tersebut tidak merinci bendera yang dikibarkan oleh keempat kapal lainnya selain Kariz.
Pengiriman Minyak Malaysia Berjalan Lancar
Di sisi lain, satu dari tujuh kapal milik Malaysia yang berlayar dari Selat Hormuz, yang dikenal sebagai Ocean Thunder, dilaporkan telah tiba di Malaysia pada Sabtu (18/4/2026). Kapal ini membawa satu juta barel minyak mentah dari Basrah, Irak. Pihak Petronas menyatakan bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari jaringan pasokan yang luas dan upaya berkelanjutan untuk memastikan stabilitas pasokan bahan bakar negara.
Reuters melaporkan bahwa kapal kedua dari armada Malaysia, Very Large Crude Carrier (VLCC) Serifos yang berbendera Liberia, telah memasuki dan keluar dari area uji coba Selat Hormuz pada 10 April. Kapal tanker ini membawa minyak mentah dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, dan diperkirakan akan tiba di pelabuhan Melaka, Malaysia pada hari ini, Selasa (21/4/2026).
AS Sita Kapal Kargo di Teluk Oman
Sebelumnya, Komando Pusat militer Amerika Serikat (Centcom) mengklaim telah berhasil memukul mundur sedikitnya 27 kapal yang mencoba mengakses pelabuhan Iran sejak blokade diberlakukan seminggu lalu. Seorang pejabat militer AS mengungkapkan kepada New York Times bahwa tim Marinir tengah melakukan penggeledahan intensif terhadap ribuan kontainer di atas kapal Touska.
Kapal kargo Touska ini dilumpuhkan dan disita oleh Angkatan Laut AS di Teluk Oman pada Minggu (19/4/2026) karena nekat menerobos blokade. Insiden ini tercatat sebagai upaya pertama sebuah kapal kargo yang mencoba menghindari barikade laut yang dipasang AS terhadap lalu lintas pelabuhan Iran.
Pihak berwenang AS masih mengkaji langkah selanjutnya setelah proses penggeledahan selesai. Beberapa opsi yang dipertimbangkan antara lain menarik kapal tersebut ke Oman atau mengizinkannya berlayar ke pelabuhan Iran jika memungkinkan. Sementara itu, awak kapal dilaporkan akan segera dipulangkan ke Iran.






