Regional

Viral, Kurir Paket COD Sukabumi Cerita Ditekan karena Batalkan Paket Bermasalah

Advertisement

SUKABUMI, KOMPAS.com – Seorang kurir paket berinisial RS (27) di wilayah Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, membagikan pengalaman pahitnya terkait sistem pembayaran Cash on Delivery (COD). Ia mengaku sempat ditekan oleh oknum yang mengaku pengacara sekaligus wartawan setelah membatalkan pengiriman paket bermasalah.

Cerita RS ini kemudian viral setelah diunggah di berbagai akun media sosial.

Kejadian bermula saat RS hendak mengirimkan paket COD kepada seorang konsumen di Cicurug. Namun, konsumen tersebut kerap menyulitkan proses pembayaran. “Ya, awal mulanya saya sering kesulitan untuk mengantarkan paket atas nama itu, Kang, suka sulit dalam pembayaran COD-nya,” kata RS melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Selasa (21/4/2026).

RS menjelaskan, terkadang konsumen tersebut tidak berada di rumah dan meminta paket disimpan dengan janji pembayaran menyusul. Hal ini memberatkan RS, mengingat keuntungan dari pengiriman paket tersebut tidak sebanding dengan kerepotan yang dihadapi.

“Ke sininya saya jengkel juga kan, ada paket dia lagi. Terus saya memilih untuk tidak dikirim supaya tidak ribet dan tidak memakan waktu juga. Pasalnya, saya kan mengejar target pengiriman, membawa paketnya lumayan banyak,” ungkap RS.

Oknum Pengacara dan Wartawan Datangi Kurir

Akibat pembatalan pengiriman tersebut, RS kemudian didatangi oleh pihak ketiga yang mengaku sebagai pengacara dan wartawan. Oknum tersebut mendatangi RS dengan maksud meminta ganti rugi atas paket yang tidak terkirim.

Advertisement

“Terus dia tidak menerima kalau paketnya saya tidak antarkan, jadi dikembalikan lagi ke toko. Mungkin dia cerita lah ke pacarnya. Kebetulan pacarnya seorang pengacara sekaligus wartawan. Besoknya si pengacara itu datang ke kantor membawa rekan-rekannya, mencari saya. Posisi saya sedang pengiriman. Saya dihubungi sama orang kantor,” papar RS.

RS kemudian diminta untuk mendatangi kediaman konsumen tersebut. Di sana, ia mendapati beberapa orang yang juga mengaku sebagai wartawan.

“Tadinya mau minta maaf baik-baik, tetapi di sana ada beberapa orang yang mengaku wartawan juga. Pihak konsumennya bilang, gara-gara paket itu dibatalkan, Beliau kerugian hingga Rp 8 juta rupiah, dan dia bilang kasus ini akan dibawa ke ranah hukum,” ujar RS.

Namun, RS menambahkan, insiden tersebut akhirnya berhasil diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak pemesan paket diketahui telah mengakui kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf.

Advertisement