Money

Tensi AS-Iran Kembali Memanas, Wall Street Ditutup Melemah, Akhiri Reli 3 Pekan

Advertisement

Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, ditutup melemah tipis pada perdagangan Senin (20/4/2026). Pelemahan ini mengakhiri reli penguatan yang telah berlangsung selama tiga pekan berturut-turut pada tiga indeks utama, dipicu oleh meningkatnya kembali ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang menimbulkan kekhawatiran di pasar.

Sumber di Iran sempat menyebutkan bahwa negara tersebut sedang mempertimbangkan untuk menghadiri pembicaraan damai dengan Amerika Serikat di Pakistan. Langkah ini disebut-sebut sebagai respons terhadap upaya Islamabad untuk mengakhiri blokade AS terhadap pelabuhan Iran. Namun, pihak Amerika Serikat membantah kabar tersebut. Seorang pejabat senior menyatakan bahwa Wakil Presiden AS, JD Vance, masih berada di Amerika Serikat dan tidak sedang menuju Pakistan untuk melakukan pembicaraan.

Sebelumnya, pasar sempat menguat tajam setelah Iran membuka kembali Selat Hormuz pada Jumat lalu. Indeks S&P 500 dan Nasdaq bahkan mencetak rekor tertinggi selama tiga sesi berturut-turut, dengan kinerja mingguan terbaik dalam 11 bulan terakhir. Namun, harapan tersebut pupus ketika Teheran kembali menutup jalur pelayaran vital tersebut pada akhir pekan.

Penutupan kembali Selat Hormuz berdampak langsung pada harga minyak. Minyak mentah AS dilaporkan melonjak 6,87 persen menjadi 89,61 dollar AS per barel, sementara Brent menguat 5,64 persen ke level 95,48 dollar AS per barel. Kenaikan harga energi ini turut mendorong kinerja sektor energi dalam indeks S&P 500.

“Berita akhir pekan terkait penutupan kembali selat atau insiden kapal Iran membuat ekspektasi pembukaan penuh sedikit mundur, meskipun peluang pembicaraan tetap terbuka dalam waktu dekat.”

Ujar Tom Hainlin, National Investment Strategist di U.S. Bank Wealth Management. Ia menambahkan bahwa pasar saat ini berada di tengah musim laporan keuangan kuartal I, sehingga investor mulai menilai dampak konflik geopolitik terhadap ekonomi riil. Sejauh ini, sektor perbankan menunjukkan bahwa kondisi kredit konsumen dan belanja masih relatif stabil.

Investor Pantau Dampak Konflik dan Laporan Keuangan

Ke depan, investor akan mencermati bagaimana konflik Iran memengaruhi kinerja emiten dan ekonomi secara keseluruhan. Sejumlah perusahaan besar seperti Lockheed Martin dan IBM dijadwalkan merilis laporan keuangan mereka pekan ini. Tesla akan menjadi pembuka laporan dari kelompok saham mega kapitalisasi “Magnificent Seven” pada Rabu.

Advertisement

Data terbaru menunjukkan performa positif dari laporan keuangan kuartal I. Dari 48 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan kinerja hingga Jumat pagi, sebanyak 87,5 persen melampaui ekspektasi analis. Pertumbuhan laba kuartal I saat ini tercatat mencapai 14,4 persen.

Di luar pergerakan indeks utama, saham QXO dilaporkan turun 3,12 persen setelah mengumumkan akuisisi senilai 17 miliar dollar AS terhadap TopBuild. Saham TopBuild justru melonjak 19,38 persen pasca pengumuman tersebut.

Perdagangan di Bursa

Di Bursa New York (NYSE), jumlah saham yang mengalami kenaikan lebih banyak dibandingkan yang turun dengan rasio 1,08 banding 1. Sementara itu, di Nasdaq, saham yang turun sedikit lebih banyak dengan rasio 1,01 banding 1.

Indeks S&P 500 mencatatkan 44 level tertinggi baru dalam 52 minggu tanpa ada level terendah baru. Di sisi lain, Nasdaq mencatat 173 saham yang mencapai rekor tertinggi baru dan 42 saham menyentuh level terendah baru.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 16,42 miliar saham, angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 hari perdagangan terakhir yang mencapai 18,54 miliar saham.

Advertisement