Money

“Traveling” Naik Kereta Api, Kaum Hawa Bisa Nikmati Fitur “Female Seatmap”

Advertisement

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkenalkan fitur baru bernama “Female Seatmap” dalam aplikasi Access by KAI. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan rasa aman dan kenyamanan penumpang perempuan saat melakukan perjalanan kereta api antarkota.

Fitur “Female Seatmap” memungkinkan penumpang perempuan untuk melihat tampilan peta kursi yang lebih informatif. Melalui fitur ini, kursi yang sudah terisi oleh penumpang perempuan akan ditandai dengan warna merah muda (pink). Sementara itu, kursi yang ditempati oleh penumpang laki-laki akan ditampilkan dalam warna abu-abu.

Dengan adanya penanda warna ini, penumpang perempuan dapat lebih leluasa dalam memilih tempat duduk. Mereka bisa memilih kursi yang berdekatan atau berada dalam satu area yang sama dengan sesama penumpang perempuan, sehingga diharapkan dapat menciptakan suasana perjalanan yang lebih nyaman dan aman.

Upaya KAI Tingkatkan Layanan

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa pengembangan layanan ini merupakan respons KAI terhadap berbagai kebutuhan pelanggan yang terus berkembang dan semakin beragam.

“KAI terus menghadirkan layanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, mulai dari fasilitas ramah perempuan, akses ramah anak, hingga sarana ramah disabilitas,” ujar Anne dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (20/4/2026).

Selain fitur “Female Seatmap”, Anne merinci berbagai fasilitas ramah perempuan yang telah disediakan KAI. Di antaranya adalah kereta khusus wanita yang beroperasi pada waktu-waktu tertentu di Commuter Line dan LRT Jabodebek. KAI juga menyediakan pemisahan toilet pria dan wanita pada kereta jarak jauh.

Bagi penumpang ibu hamil, KAI telah menyediakan kursi prioritas, loket khusus, hingga pin ibu hamil. Di stasiun, tersedia 120 ruang laktasi yang didedikasikan untuk kenyamanan ibu dan anak selama menunggu keberangkatan.

Untuk pelanggan yang bepergian bersama anak, KAI juga melengkapi sejumlah stasiun dengan area bermain anak (kids play area), tempat duduk prioritas, serta jalur evakuasi yang dirancang ramah keluarga. Sementara itu, bagi penumpang penyandang disabilitas, fasilitas seperti guiding block, ramp, lift di stasiun besar, dan kursi prioritas di Commuter Line terus ditingkatkan.

Peningkatan Keamanan dan Penanganan Keluhan

Dari sisi keamanan, KAI juga terus memperkuat sistem pengawasan. Hal ini dilakukan melalui peningkatan standar operasional, integrasi Command Center dengan Contact Center, serta pemanfaatan teknologi CCTV Analytics di stasiun dan kereta.

Advertisement

“Kami terus memperkuat sistem dan pengawasan, sekaligus mengajak pelanggan untuk saling menjaga ruang bersama agar perjalanan tetap aman dan nyaman,” tambah Anne.

Data menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga Maret 2026, tercatat ada 20 keluhan terkait pelecehan seksual di layanan Commuter Line. Angka ini menjadi perhatian serius bagi KAI untuk terus melakukan perbaikan. Upaya perbaikan mencakup penegakan aturan yang tegas dan pendampingan bagi korban hingga proses hukum berjalan.

“Perjalanan yang aman hadir dari sistem yang terjaga dan kepedulian bersama. Kami ingin setiap pelanggan merasa lebih tenang sejak berangkat hingga tiba di tujuan,” jelas Anne.

“KAI terus menjaga kualitas layanan dengan menghadirkan fasilitas yang mendukung rasa aman dan kenyamanan pelanggan,” tegasnya.

Pertumbuhan Penumpang

Secara keseluruhan, KAI Group mencatat pertumbuhan jumlah penumpang yang signifikan. Sepanjang periode Januari hingga Maret 2026, KAI Group berhasil melayani 128 juta pelanggan. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 9,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Layanan Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal melayani 14,5 juta pelanggan, mengalami kenaikan 18,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, layanan Commuter Line melayani 101,3 juta pelanggan, dengan peningkatan sebesar 8,11 persen.

Pertumbuhan juga terlihat pada berbagai layanan lainnya. LRT Jabodebek melayani 7,7 juta pelanggan, KAI Bandara 1,7 juta pelanggan, LRT Sumsel 1 juta pelanggan, Whoosh 1,4 juta pelanggan, serta KA Makassar–Parepare yang melayani 75.421 pelanggan.

Advertisement