Regional

Siswa SMP di Cirebon Panjat Tower 72 Meter Usai Rebutan HP, Damkar Evakuasi hingga Malam

Advertisement

CIREBON, KOMPAS.com – Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Desa Pegagan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, nekat memanjat tower Base Transceiver Station (BTS) setinggi 72 meter pada Selasa (21/4/2026) sore. Aksi berbahaya ini dipicu oleh perselisihan sepele dengan kakaknya mengenai penggunaan telepon seluler.

Peristiwa tersebut sontak menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar. Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon segera dikerahkan untuk melakukan upaya evakuasi yang berlangsung hingga malam hari.

Rebutan Ponsel Picu Aksi Nekat

Menurut informasi yang dihimpun, remaja berusia belasan tahun itu mulai terlihat berada di puncak struktur besi tower sekitar pukul 17.30 WIB. Keberadaannya di ketinggian dengan latar langit senja yang mulai meredup menarik perhatian warga.

Kepala Bidang Kedaruratan DPKP Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana, mengonfirmasi bahwa tindakan berbahaya tersebut diduga kuat berakar dari depresi akibat masalah keluarga. “Korban merupakan seorang remaja, diduga nekat melakukan percobaan bunuh diri setelah terjadi masalah di lingkungan keluarga,” ujar Eno dalam keterangan resminya, Selasa (21/4/2026).

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa akar permasalahan adalah pertengkaran antara korban dengan kakaknya terkait penggunaan ponsel secara bersamaan.

Evakuasi Dramatis Hingga Larut Malam

Proses penyelamatan berlangsung dramatis seiring merayapnya malam. Ratusan warga memadati area sekitar lokasi kejadian, bahkan sebagian menyalakan senter ponsel untuk membantu memantau posisi korban di ketinggian.

Advertisement

Petugas di lapangan mengambil langkah hati-hati, tidak melakukan evakuasi paksa demi keselamatan jiwa korban. Pendekatan persuasif menjadi pilihan utama, melibatkan keluarga korban dan perangkat desa setempat untuk membujuk remaja tersebut agar turun.

“Petugas bersama keluarga dan pihak desa melakukan mediasi dan membujuk korban agar mau turun. Alhamdulillah korban akhirnya bisa dievakuasi dalam keadaan selamat,” ucap Eno.

Rekaman video evakuasi menunjukkan petugas dengan perlengkapan keselamatan mendampingi korban menuruni tangga besi tower secara perlahan. Setibanya di bawah, remaja tersebut tampak lemas dan segera dipapah oleh aparat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Riwayat Aksi Serupa

Peristiwa ini menjadi sorotan serius mengingat informasi dari warga menyebutkan bahwa aksi serupa bukan kali pertama dilakukan oleh korban. Remaja tersebut dilaporkan pernah beberapa kali mencoba memanjat tower saat menghadapi tekanan atau persoalan dengan keluarganya.

Pihak terkait kini memberikan perhatian khusus terhadap kondisi mental korban untuk mencegah terulangnya kejadian yang membahayakan nyawa ini. Pendekatan emosional dan penguatan lingkungan keluarga dinilai krusial dalam menangani depresi pada usia remaja.

Advertisement