Money

John Ternus CEO Apple Baru: Tantangan AI dan Warisan Tim Cook

Advertisement

Apple akan mengukir babak baru dalam sejarah kepemimpinannya. Perusahaan teknologi raksasa ini secara resmi menunjuk John Ternus sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru, menggantikan Tim Cook yang telah memimpin selama bertahun-tahun. Ternus, yang akan menjadi CEO kedelapan Apple, memiliki rekam jejak 25 tahun di perusahaan tersebut, sebuah perjalanan yang ternyata dimulai dengan keraguan.

Lulus dari Universitas Pennsylvania pada tahun 1997 dengan gelar teknik mesin, Ternus mengimbangi studi akademisnya dengan karier renang kompetitif di universitas. Setelah lulus, ia sempat meniti karier sebagai insinyur di Virtual Research, sebuah perusahaan rintisan yang berfokus pada pengembangan headset reality virtual. Pada tahun 2001, Ternus akhirnya bergabung dengan Apple, menempati posisi sebagai insinyur di tim desain.

Dalam pidato wisudanya di sekolah teknik Universitas Pennsylvania pada 2024, Ternus mengenang hari pertamanya di Apple sebagai pengalaman yang memadukan kegembiraan dan ketakutan. “Saya tidak yakin apakah saya pantas berada di sana,” ungkapnya, dikutip dari CNBC, Rabu (22/4/2026). Ia menambahkan, “Orang-orang yang saya temui sangat cerdas dan percaya diri, dan mereka tahu jauh lebih banyak daripada saya, tetapi saya akan selalu bersyukur karena saya tidak takut meminta bantuan ketika saya membutuhkannya.”

Proyek pertamanya di Apple adalah pengembangan monitor plastik yang dikenal sebagai Apple Cinema Display. Ternus menggambarkan proses pembuatannya sebagai sesuatu yang sangat detail, melibatkan komponen plastik bening yang besar dan rumit sebelum Apple akhirnya beralih ke material aluminium. “Setiap pengalaman seperti ini mempertajam kemampuan saya untuk mendekati masalah dari sudut pandang yang berbeda,” ujarnya kepada para mahasiswa.

Perjalanan Karier Ternus Menuju Puncak

Perjalanan karier John Ternus di Apple terbilang panjang dan penuh pencapaian. Pada tahun 2013, ia dipercaya menjabat sebagai wakil presiden bidang rekayasa perangkat keras, memimpin pengembangan lini produk utama perusahaan, termasuk Mac dan iPad. Puncaknya, pada tahun 2021, ia mengambil alih tanggung jawab pengembangan iPhone Apple dan diangkat menjadi wakil presiden senior bidang rekayasa perangkat keras.

Selama lima tahun terakhir, Ternus telah mengawasi desain dan kinerja produk untuk berbagai inovasi Apple, termasuk iPad dan AirPods. Ia juga memainkan peran krusial dalam program chip Apple Silicon, yang menandai transisi strategis perusahaan dari ketergantungan pada Intel.

Warisan Tim Cook dan Tantangan AI

Kini, John Ternus akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dari Tim Cook, yang telah membangun Apple menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia. Analis Deepwater Asset Management, Gene Munster, bahkan menyamakan kepemimpinan Cook dengan seorang presiden sebuah negara, bukan sekadar perusahaan. Di bawah kepemimpinannya yang akan berakhir pada 1 September, Cook akan dikenang sebagai pencipta nilai yang luar biasa, berhasil meningkatkan kapitalisasi pasar Apple dari sekitar 350 miliar dollar AS menjadi 4 triliun dollar AS.

Kapitalisasi pasar Apple ini setara dengan Rp 68,61 kuadriliun, dengan asumsi kurs Rp 17.153 per dollar AS. Nama John Ternus memang telah lama digadang-gadang sebagai penerus Cook, namun pergantian kepemimpinan ini terasa lebih cepat dari perkiraan.

Advertisement

Para investor Apple dilaporkan puas dengan kinerja Tim Cook selama masa jabatannya. Saham Apple tercatat meningkat hampir 20 kali lipat sejak ia mengambil alih, sementara indeks S&P 500 hanya naik sekitar enam kali lipat dalam periode yang sama. Kesuksesan Cook lebih banyak dikaitkan dengan ketelitian dan disiplin keuangannya, serta kemampuannya sebagai pakar operasional yang merombak rantai pasokan Apple.

Saat Cook bergabung pada tahun 1998 sebagai wakil presiden eksekutif penjualan dan operasional, Apple berada di ambang kebangkrutan. Bertahun-tahun kemudian, ia menjadi salah satu tangan kanan Steve Jobs dan diangkat menjadi kepala operasional pada 2005. Cook juga berhasil memanfaatkan popularitas iPhone, yang mendominasi pasar ponsel pintar selama hampir dua dekade. Ia juga dipuji karena mendiversifikasi bisnis Apple dan memanfaatkan basis penggunanya yang sangat besar, kini mencapai 2,5 miliar perangkat aktif di seluruh dunia.

Fokus Utama Ternus: Kecerdasan Buatan

Namun, tantangan besar kini berada di pundak John Ternus. Ia harus segera menunjukkan kepada investor bagaimana Apple dapat unggul di bidang artificial intelligence (AI), sebuah area di mana Apple dinilai tertinggal dibandingkan para pesaingnya seperti Microsoft, Google, Amazon, dan Meta.

Tim Cook memang meninggalkan warisan kepemimpinan yang sukses, namun ia meninggalkan kekosongan signifikan di bidang AI. Dengan kepergiannya, Apple menghadapi berbagai tantangan, termasuk kompleksitas rantai pasokan yang diperparah oleh ketegangan geopolitik dan lonjakan harga memori akibat permintaan dari pengembangan AI.

Bagi Ternus, mendorong perusahaan lebih dalam ke pengembangan AI menjadi aspek terpenting dari tugas barunya. Saat ini, Apple menerapkan strategi pengembangan AI yang cenderung tidak mengeluarkan modal besar, berbeda dengan pendekatan agresif para pesaingnya. Meskipun Apple berinvestasi dalam infrastruktur pusat data dan chip AI, pengembangan model dasar AI-nya masih mengandalkan solusi pihak ketiga, seperti Gemini dari Google, untuk mendukung fitur-fitur AI-nya, termasuk peningkatan pada Siri.

Pada tahun 2024, Apple meluncurkan Apple Intelligence, yang mencakup generator gambar, pengubah teks, kemampuan meringkas notifikasi, dan integrasi dengan ChatGPT dari OpenAI. Meskipun respons konsumen beragam, Apple terus mencatat penjualan iPhone yang kuat, dengan pengguna mendapatkan akses ke berbagai pilihan AI dari berbagai perusahaan. Apple kini bertaruh bahwa dalam beberapa tahun ke depan, beban kerja komputasi berat akan berjalan pada chip yang terintegrasi di dalam ponsel, sebuah strategi yang didukung oleh integrasi kemampuan AI ke dalam perangkatnya sejak tahun 2017.

Advertisement