Money

Riset: Mayoritas Milenial dan Gen Z Pilih Maskapai dengan Keamanan dan Ketepatan Waktu

Advertisement

Mayoritas milenial dan Gen Z dalam survei terbaru Lembaga riset Jakpat menempatkan aspek keamanan, keselamatan, dan ketepatan waktu sebagai faktor utama dalam memilih maskapai penerbangan. Temuan ini diungkap dalam riset bertajuk “2026 Lebaran Homecoming Trends: Air Passenger Behavior”.

Head of Research Jakpat, Aska Primardi, menjelaskan bahwa penilaian maskapai didasarkan pada berbagai faktor penentu, dengan penekanan khusus pada keselamatan dan keamanan penerbangan, serta ketepatan waktu.

“Pada penilaian tersebut, Garuda Indonesia dianggap sebagai maskapai dengan penerapan keamanan dan keselamatan penerbangan terbaik di antara maskapai lainnya,” kata Aska dalam keterangan resmi pada Selasa (21/4/2026).

Aska menambahkan, “Ketepatan waktu secara konsisten menjadi faktor krusial bagi pengguna jasa transportasi udara. Garuda Indonesia menjadi pilihan utama, baik pada periode mudik 2026 maupun untuk rencana perjalanan di masa depan.”

Persepsi Kinerja Maskapai

Menurut Aska, Garuda Indonesia tetap dipersepsikan sebagai maskapai dengan performa terbaik, didukung oleh kombinasi aspek keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu yang menjadikannya pilihan utama penumpang.

Penilaian ini merupakan hasil survei terhadap 338 penumpang penerbangan domestik yang melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026. Berdasarkan data survei, Garuda Indonesia dan Citilink menjadi maskapai yang paling banyak dipilih pada momentum mudik Lebaran 2026, masing-masing dengan persentase penggunaan sebesar 39 persen.

Lebih lanjut, mayoritas responden yang berusia antara 25 hingga 35 tahun, atau lebih dari 40 persen, memilih Garuda Indonesia dan Citilink sebagai maskapai pilihan utama mereka untuk perjalanan mudik Lebaran lalu. Kedua maskapai ini juga tercatat sebagai merek yang paling dikenal luas.

“Garuda Indonesia terpilih oleh mayoritas responden menjadi maskapai pilihan utama untuk melaksanakan perjalanan mudik pada musim Lebaran 2026 lalu,” ujar Aska.

“Mayoritas responden juga merencanakan akan memilih Garuda Indonesia Group untuk rencana perjalanan mudik di tahun-tahun mendatang,” lanjutnya.

Faktor Penentu Pilihan Maskapai

Selain Garuda Indonesia dan Citilink, pilihan masyarakat dalam melaksanakan penerbangan mudik juga mencakup Lion Air Group dan Air Asia. Sejumlah faktor menjadi penentu dalam pemilihan maskapai, di mana preferensi penumpang cenderung stabil untuk rencana mudik di masa mendatang.

Advertisement

Sebanyak 58 persen responden berniat menggunakan Garuda Indonesia untuk libur Lebaran berikutnya, diikuti oleh Citilink (51 persen) dan Batik Air (43 persen).

Prioritas Penumpang

Faktor keamanan dan keselamatan menjadi penekanan utama bagi 84 persen responden. Ketepatan waktu juga menjadi pertimbangan penting dengan angka 82 persen, disusul oleh harga tiket yang ekonomis sebesar 80 persen.

“Ketepatan waktu secara konsisten menjadi faktor yang sangat penting bagi pengguna maskapai penerbangan. Namun, dalam praktiknya hal ini masih sering belum terpenuhi, terutama terlihat dari tingginya kejadian keterlambatan atau delay penerbangan selama musim mudik Lebaran,” jelas Aska.

Citra Merek Maskapai

Jakpat juga membandingkan citra merek (brand image) tiga maskapai Indonesia berdasarkan persepsi penumpang terhadap tiga aspek teratas.

“Garuda Indonesia tetap dipersepsikan sebagai maskapai yang paling baik dalam hal ketepatan waktu, sekaligus memiliki asosiasi kuat pada aspek keselamatan dan kenyamanan,” jelas Aska.

Kinerja Garuda Indonesia

Pada musim peak season Lebaran 2026, Garuda Indonesia berhasil mengangkut sedikitnya 500.000 penumpang dengan catatan ketepatan waktu sekitar 96,5 persen. Angka ini merupakan capaian ketepatan waktu tertinggi dalam tiga tahun terakhir pada momentum Lebaran.

Sebelumnya, Garuda Indonesia sempat menyandang status sebagai maskapai bintang 4 (4-Star Airline) berdasarkan penilaian terbaru dari Skytrax per Maret 2026, mengalami penurunan dari predikat bintang 5 yang disematkan sebelumnya. Penurunan ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek layanan.

Manajemen Garuda Indonesia menyatakan pembaruan klasifikasi rating layanan dari Skytrax dipahami sebagai bagian dari refleksi atas fase transformasi yang tengah dijalankan perusahaan.

“Hal ini yang pada tahun 2026 akan kami perkuat melalui berbagai inisiatif penguatan landasan aspek layanan,” ujar Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam keterangan resmi pada Jumat (6/3/2026).

Advertisement