Global

NASA Luncurkan Teleskop Roman, Siap Cari Puluhan Ribu Planet Baru

Advertisement

BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) secara resmi memperkenalkan teleskop luar angkasa terbarunya, Nancy Grace Roman Space Telescope, yang dirancang untuk memetakan alam semesta dan menemukan puluhan ribu planet baru di luar tata surya. Peluncuran dijadwalkan paling cepat pada September 2026.

Teleskop yang dijuluki sebagai “Ibu Hubble” generasi baru ini diharapkan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai populasi planet di jagat raya. “Roman akan memberikan Bumi sebuah atlas alam semesta yang baru,” ujar Administrator NASA, Jared Isaacman, dalam konferensi pers di Goddard Space Flight Center, Maryland, seperti dikutip dari AFP, Rabu (22/4/2026).

Perangkat perak sepanjang 12 meter dengan panel surya besar ini telah melalui proses pembuatan selama lebih dari satu dekade dengan biaya lebih dari 4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 68,7 triliun. Nama teleskop ini diambil dari astronom Nancy Grace Roman, yang berperan penting dalam pengembangan Hubble Space Telescope.

Bidang Pandang Luas untuk Penemuan Ekstensif

Dengan bidang pandang yang 100 kali lebih besar dari Hubble, teleskop Roman akan mampu menyapu wilayah antariksa yang luas dari posisinya yang berjarak 1,5 juta kilometer dari Bumi. Kemampuan ini memungkinkan teleskop untuk mengirimkan 11 terabyte data per hari ke Bumi, sebuah volume yang jauh melampaui data yang dikirimkan Hubble sepanjang masa pakainya.

“Pada tahun pertama, kami akan mengirimkan lebih banyak data daripada yang akan dikirimkan Hubble sepanjang masa pakainya,” kata Mark Melton, seorang insinyur sistem di Goddard Space Flight Center, menekankan potensi luar biasa dari teleskop baru ini.

Lensa sudut lebar yang dimiliki Roman akan memungkinkan NASA untuk melakukan sensus objek-objek yang membentuk alam semesta. “Roman akan menemukan puluhan ribu planet baru di luar tata surya kita. Ia akan mengungkap miliaran galaksi, ribuan supernova, dan puluhan miliar bintang,” jelas Nicky Fox, administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Sains NASA.

Advertisement

Informasi yang melimpah ini akan menjadi dasar bagi NASA untuk mengidentifikasi area-area menarik yang kemudian dapat diselidiki lebih lanjut oleh teleskop-teleskop canggih lainnya, seperti Teleskop Luar Angkasa James Webb.

Menyingkap Misteri Materi Gelap dan Energi Gelap

Selain mencari planet baru, teleskop Roman juga akan didedikasikan untuk mempelajari fenomena yang belum terpecahkan, seperti materi gelap. Materi gelap, yang asal-usulnya masih menjadi misteri, diperkirakan membentuk 95 persen dari alam semesta kita dan diyakini berperan sebagai perekat yang menyatukan galaksi.

Sementara itu, energi gelap diduga menjadi kekuatan pendorong di balik perluasan alam semesta yang semakin cepat. Dengan kemampuan penglihatan inframerahnya, Roman akan mampu mengamati cahaya dari benda-benda langit miliaran tahun yang lalu.

Kemampuan ini memungkinkan para ilmuwan untuk melihat kembali ke masa lalu dan diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kedua fenomena kosmik yang fundamental ini.

Advertisement