Tekno

Langganan Xbox Game Pass Kini Lebih Murah, Tapi Ada yang “Dikorbankan”

Advertisement

JAKARTA – Microsoft mengumumkan penyesuaian harga untuk layanan langganan gaming Xbox Game Pass, khususnya untuk tier Ultimate dan PC, yang berlaku mulai hari ini, Rabu (22/4/2026). Kebijakan ini diambil menyusul masukan dari para pengguna terkait tren kenaikan harga dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan informasi resmi yang dirilis melalui Xbox Wire, harga bulanan Xbox Game Pass Ultimate kini mengalami penurunan dari 30 dollar AS menjadi 23 dollar AS. Sementara itu, PC Game Pass turun dari 16,5 dollar AS menjadi 14 dollar AS per bulan.

Penyesuaian ini tidak berlaku untuk semua tingkatan. Harga Xbox Game Pass Essential dan Premium tetap sama, yakni masing-masing dibanderol 10 dollar AS dan 15 dollar AS per bulan. Microsoft juga menekankan bahwa harga dapat bervariasi di setiap wilayah.

Di Indonesia, satu-satunya layanan Xbox Game Pass yang tersedia adalah PC Game Pass. Layanan ini saat ini dibanderol seharga Rp 83.000 per bulan, yang mana merupakan kenaikan dari harga sebelumnya sebesar Rp 65.000 pada Oktober 2025.

Perubahan Katalog Game Menjadi “Pengorbanan”

Di balik penurunan harga tersebut, terdapat perubahan signifikan pada katalog game yang ditawarkan. Mulai sekarang, seri terbaru dari game Call of Duty tidak akan lagi tersedia di Game Pass pada hari peluncuran (day one). Game-game tersebut baru akan ditambahkan ke dalam layanan Game Pass sekitar satu tahun setelah dirilis.

Namun, game Call of Duty yang sudah ada saat ini, termasuk seri terbaru Call of Duty Black Ops 7 yang diluncurkan November lalu, tetap dapat diakses oleh pelanggan tanpa perubahan.

Meskipun ada pengurangan akses awal untuk game tertentu, pelanggan Game Pass Ultimate masih dapat menikmati berbagai keuntungan utama. Ini mencakup akses ke ratusan game di konsol Xbox dan PC, fitur multiplayer online, Xbox Cloud Gaming tanpa batas, serta sejumlah game rilisan hari pertama dari Xbox.

Advertisement

Bagi pelanggan PC Game Pass, mereka tetap dapat menikmati game first-party Xbox di hari pertama peluncuran, ratusan game PC lainnya, serta keuntungan tambahan seperti keanggotaan EA Play dan diskon game.

Penurunan Harga Sebagai Respons Kritik

Microsoft menyatakan bahwa perubahan ini merupakan respons langsung terhadap beragam kritik dan masukan dari komunitas global Xbox. Perusahaan menilai bahwa tidak ada satu model langganan yang cocok untuk semua pengguna, mengingat adanya perbedaan preferensi dan kebiasaan bermain di berbagai wilayah.

Oleh karena itu, penyesuaian harga dan katalog ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pemain. “Kami akan terus mendengar dan belajar dari respons dan timbal balik pengguna. Terima kasih telah menjadi bagian dari komunitas Xbox sampai saat ini,” tulis Microsoft dalam pernyataan resminya.

Langkah ini juga terjadi di tengah perubahan kepemimpinan di divisi gaming Microsoft. Posisi CEO kini dijabat oleh Aisha Sharma, menggantikan Phil Spencer yang telah memimpin Xbox selama bertahun-tahun.

Penurunan harga Game Pass ini dinilai sebagai salah satu langkah awal dalam evaluasi model bisnis Xbox ke depan, yang kemungkinan akan terus berkembang seiring dengan respons pasar. Perlu dicatat, meskipun mengalami penurunan, harga Game Pass saat ini masih lebih tinggi dibandingkan sebelum kenaikan yang terjadi pada Oktober 2025. Kala itu, sebelum adanya kenaikan, paket langganan ini sempat dibanderol 20 dollar AS per bulan, sebagaimana dirangkum dari ScreenRant.

Advertisement