Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti disparitas investasi antara sektor jalan dan perkeretaapian di Indonesia. Menurutnya, sektor perkeretaapian masih mengalami underinvestment yang signifikan dibandingkan dengan pembangunan jalan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY usai memimpin rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/04/2026). Rapat ini dihadiri oleh perwakilan berbagai kementerian, lembaga, serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait.
AHY membandingkan alokasi anggaran untuk kedua sektor pada tahun 2026. Pembangunan dan perbaikan jalan nasional mendapatkan alokasi sekitar Rp 46 triliun, sementara sektor perkeretaapian hanya menerima sekitar Rp 5 triliun.
“Jadi ada gap di situ,” ujar AHY, menekankan adanya ketidakseimbangan yang cukup besar dalam alokasi anggaran tersebut.
Peran Strategis Kereta Api
AHY menekankan bahwa kereta api memegang peranan strategis dalam mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah. Selain itu, moda transportasi ini juga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan transportasi darat lainnya.
Ia memaparkan data bahwa sektor transportasi darat, yang didominasi oleh kendaraan pribadi, menyumbang sekitar 89 persen emisi karbon. Sebaliknya, kereta api hanya berkontribusi kurang dari 1 persen terhadap emisi karbon.
Oleh karena itu, pengembangan sektor perkeretaapian dinilai penting untuk menekan angka emisi karbon sekaligus mengurangi beban lalu lintas di jalan raya.
Ketimpangan Jaringan Antar Pulau
Selain kesenjangan investasi, AHY juga mengungkapkan adanya ketimpangan pembangunan jaringan kereta api antara Pulau Jawa dan wilayah lain di Indonesia. Dari total sekitar 12.000 kilometer jaringan rel yang ada, mayoritas atau sekitar 10.000 kilometer berada di Pulau Jawa.
Dari jumlah rel di Jawa tersebut, sekitar 7.000 kilometer masih aktif beroperasi, sementara sisanya tidak digunakan. Kondisi ini sangat berbeda dengan wilayah di luar Jawa.
Di Sumatera, meskipun sudah memiliki jaringan rel, konektivitasnya belum sepenuhnya terhubung. Kalimantan bahkan belum memiliki jaringan kereta api sama sekali, sementara Sulawesi baru memiliki sekitar 100 kilometer rel.
“Nah dengan demikian arahan Bapak Presiden untuk mengembangkan jaringan kereta di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi ini menjadi strategis,” ujar AHY.
Pengembangan ini, lanjutnya, sangat penting untuk mendukung distribusi logistik, terutama di wilayah-wilayah yang kaya akan sumber daya alam.
Skema Pembiayaan dan Penguatan Industri
Pemerintah akan mendorong pembiayaan untuk pengembangan sektor perkeretaapian melalui berbagai skema. Skema tersebut meliputi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta investasi dari sektor swasta dan luar negeri.
Selain itu, pengembangan jaringan kereta api juga diharapkan dapat mendorong kemandirian industri perkeretaapian nasional melalui penguatan ekosistem industri dalam negeri.
Estimasi Kebutuhan Dana Reaktivasi
Dalam kesempatan yang sama, AHY memperkirakan bahwa pemerintah membutuhkan anggaran sekitar Rp 1.200 triliun untuk membangun dan mereaktivasi sekitar 14.000 kilometer rel kereta api dalam jangka panjang.
“Jika kita ingin menambah katakanlah tadi 14.000 kilometer ini sekian tahun ke depan, maka biayanya itu diperkirakan sekitar Rp 1.200 triliun,” jelas Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.
Dengan asumsi pengembangan dilakukan selama 20 tahun hingga tahun 2045, kebutuhan anggaran per tahun diperkirakan berkisar antara Rp 60 triliun hingga Rp 65 triliun. Namun, AHY menegaskan bahwa angka ini masih bersifat estimasi awal dan akan terus disempurnakan sesuai dengan kondisi geografis dan kebutuhan spesifik di setiap wilayah.
Pengembangan jaringan kereta api ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah di bawah pilar infrastruktur dan pembangunan kewilayahan, termasuk fokus pada pengembangan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.






