Regional

Kasus Campak Naik Dibanding Tahun Lalu, Pemkab Agam Perluas Imunisasi dan Edukasi

Advertisement

AGAM, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, merespons lonjakan kasus campak dengan memperluas program imunisasi tambahan dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat. Langkah ini diambil menyusul peningkatan jumlah kasus yang tercatat dibandingkan tahun sebelumnya, dengan fokus pada daerah yang terdampak wabah maupun wilayah dengan cakupan imunisasi yang masih rendah.

Kepala Dinas Kesehatan Agam, Hendri Rusdian, menjelaskan bahwa imunisasi tambahan atau Outbreak Response Immunization (ORI) telah digencarkan di sejumlah wilayah yang mengalami lonjakan kasus. “Daerah ini yang mengalami wabah atau memiliki cakupan imunisasi rendah,” ujar Hendri di Lubuk Basung, Minggu (19/4/2026), dikutip dari Antara. Program ORI ini dirancang untuk membangun kekebalan kelompok atau herd immunity guna menghentikan laju penyebaran virus campak, dengan sasaran utama anak-anak yang belum menerima imunisasi lengkap atau berada di zona berisiko tinggi penularan.

Wilayah Prioritas Imunisasi Tambahan

Pelaksanaan imunisasi tambahan diprioritaskan di beberapa kecamatan yang dinilai paling membutuhkan intervensi. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi:

  • Kecamatan Palembayan
  • Kecamatan Lubuk Basung
  • Kecamatan Sungai Pua
  • Kecamatan Ampek Angkek
  • Kecamatan Ampek Koto
  • Kecamatan Matur
  • Kecamatan Tanjung Raya
  • Kecamatan Kamang Magek

Strategi Komprehensif Pencegahan Campak

Selain imunisasi tambahan, Dinas Kesehatan Agam juga mengimplementasikan serangkaian strategi pencegahan lainnya. Upaya ini mencakup pemberian imunisasi rutin campak bagi bayi berusia sembilan bulan melalui fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan posyandu. Kampanye imunisasi juga digalakkan melalui sosialisasi dan edukasi intensif kepada masyarakat mengenai krusialnya imunisasi dalam mencegah penyakit campak.

Diharapkan, berbagai inisiatif ini tidak hanya mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi juga memperluas cakupan imunisasi secara signifikan. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk memperkuat sistem deteksi dini guna mengantisipasi penyebaran yang lebih luas. Pemantauan aktif terhadap setiap dugaan kasus campak menjadi prioritas utama.

Advertisement

“Kita melakukan survei untuk mendeteksi dini kasus campak,” tegas Hendri. Setiap kasus yang teridentifikasi akan segera dilaporkan dan diselidiki lebih lanjut untuk memastikan sumber penularannya.

Perkembangan Kasus Campak di Agam

Data dari Dinas Kesehatan Agam mencatat sebanyak 59 kasus campak terkonfirmasi sejak Januari hingga 18 April 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 48 kasus. Meskipun demikian, pemerintah daerah menyambut baik berbagai langkah yang telah diupayakan dan optimis dapat menekan angka kasus secara bertahap.

“Respons cepat terhadap wabah dilakukan dengan membentuk tim gerak cepat. Berbagai upaya lain juga sudah dilakukan guna menangani dan menekan penyebaran penyakit campak,” pungkas Hendri.

Advertisement