Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada pembukaan pekan ini, Senin (tanggal/bulan/tahun), namun pergerakan pasar diwarnai dengan aksi beli bersih (net buy) investor asing senilai ratusan miliar rupiah. Sejumlah saham unggulan, termasuk di sektor energi terbarukan dan perkebunan, menjadi sasaran utama akumulasi investor mancanegara.
Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), total aksi beli bersih investor asing mencapai Rp 380,73 miliar di seluruh pasar. Rinciannya, di pasar reguler tercatat net buy sebesar Rp 124,49 miliar, sementara di pasar tunai dan negosiasi, aliran dana asing masuk mencapai Rp 256,25 miliar.
Saham Unggulan Jadi Incaran Asing
Tiga emiten tercatat paling banyak diborong investor asing. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memimpin daftar dengan nilai beli bersih Rp 269,7 miliar. Diikuti oleh PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dengan catatan net buy Rp 200,2 miliar, serta PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang juga menarik minat asing senilai Rp 165,4 miliar.
Pergerakan saham BREN sendiri ditutup mengalmi pelemahan tipis 0,38 persen ke level Rp 6.600. Saham emiten energi terbarukan ini sempat menyentuh level tertinggi intraday di Rp 6.675 sebelum tertekan hingga Rp 6.350. Menariknya, menjelang penutupan perdagangan, BREN menunjukkan pemulihan cepat dan kembali ke posisi Rp 6.600.
Sementara itu, saham SSMS mencatatkan penguatan terbatas. Ditutup naik 0,76 persen ke level Rp 1.325, saham perkebunan ini sebelumnya bergerak fluktuatif, sempat menyentuh Rp 1.345 dan tertekan ke Rp 1.310.
Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) cenderung bergerak sideways atau dalam rentang yang relatif sempit. Emiten telekomunikasi ini ditutup stagnan di level Rp 3.100. Sepanjang sesi, TLKM sempat mencapai level tertinggi Rp 3.160, namun tekanan jual membuatnya sempat turun ke Rp 3.050 sebelum kembali stabil.
Aksi Jual Asing Terjadi pada Saham Lain
Di sisi lain, investor asing juga melakukan aksi jual bersih (net sell) pada beberapa saham lainnya. Tiga emiten dengan net sell terbesar adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 141,4 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 94,4 miliar, dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) senilai Rp 68,3 miliar.
Saham BBRI ditutup menguat tipis 0,29 persen ke level Rp 3.440. Saham perbankan ini sempat menyentuh level tertinggi di Rp 3.470, namun kemudian bergerak sideways dengan kecenderungan melemah hingga Rp 3.430 sebelum kembali stabil.
Saham BUMI mengalami pelemahan lebih dalam, tercatat turun 2,42 persen ke posisi Rp 242. Perdagangan saham emiten pertambangan ini menunjukkan tren melemah yang konsisten sepanjang sesi, dari kisaran Rp 250 hingga menyentuh angka terendah Rp 240.
Saham BULL juga ditutup melemah tipis 0,41 persen ke level Rp 490. Saham perusahaan pelayaran ini sempat mengalami lonjakan ke level Rp 510, namun tidak mampu bertahan dan kembali turun ke kisaran Rp 488-Rp 492 hingga akhir perdagangan.
IHSG Ditutup Turun 0,52 Persen
Secara keseluruhan, IHSG menunjukkan tekanan sepanjang perdagangan Senin. Indeks dibuka di level 7.663,39 dan sempat mencapai posisi tertinggi harian di 7.692,14. Namun, setelah itu, IHSG berbalik arah dan mengalami pelemahan bertahap hingga menyentuh level terendah di 7.570,43.
Pada penutupan perdagangan, IHSG berada di angka 7.594,11, mengindikasikan penurunan sebesar 0,52 persen. Aktivitas perdagangan tercatat sebanyak 40,83 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 17,21 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 2,46 juta kali.
Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 424 emiten tercatat melemah, jauh lebih banyak dibandingkan 247 emiten yang menguat. Sementara itu, 148 emiten lainnya ditutup stagnan.





