Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak konsolidatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Selasa (21/4/2026), menyusul penutupan yang melemah 0,52 persen ke level 7.594,111 pada awal pekan ini.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, memperkirakan IHSG masih akan bergerak dalam fase konsolidasi dengan rentang pergerakan di kisaran 7.500 hingga 7.700. Level support terdekat berada di 7.500, sementara resistance berada di area 7.700.
“IHSG diperkirakan masih berkonsolidasi pada kisaran level 7.500-7.700,” ujar Alrich pada Senin (20/4/2026).
Menurut Alrich, sentimen negatif yang memicu tekanan terhadap IHSG berasal dari meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi geopolitik tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak mentah global. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat mencapai 89 dollar AS per barel, sementara Brent berada di level 95 dollar AS per barel.
Di sisi domestik, nilai tukar rupiah di pasar spot menunjukkan penguatan tipis saat penutupan perdagangan Senin. Mata uang Garuda menguat 21 poin atau 0,12 persen, ditutup pada level Rp 17.168 per dollar AS.
Penguatan rupiah ini ditopang oleh kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang dinilai mampu meredam tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sementara itu, dari pasar global, bank sentral Tiongkok kembali mempertahankan suku bunga pinjaman utama atau Loan Prime Rate (LPR). Keputusan ini berlaku untuk tenor satu tahun di level 3 persen dan tenor lima tahun di level 3,5 persen pada April 2026.
Langkah ini mencerminkan kehati-hatian otoritas moneter Tiongkok di tengah ketidakpastian global, meskipun tekanan deflasi di negara tersebut dilaporkan mulai mereda.
Rekomendasi Saham untuk Trading
Untuk perdagangan Selasa (21/4/2026), Alrich Paskalis Tambolang merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati oleh para pelaku pasar. Saham-saham tersebut meliputi PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).
Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, juga memberikan rekomendasi saham. Saham yang disarankan antara lain PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) di kisaran Rp 1.945-Rp 2.050, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) pada rentang Rp 1.005-Rp 1.025, serta PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) pada kisaran Rp 795-Rp 865.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.





