Harvey Weinstein kembali duduk di kursi terdakwa di New York City, Selasa (21/5/2024), untuk menghadapi persidangan kasus dugaan pemerkosaan yang diyakini sebagai persidangan keempatnya dalam enam tahun terakhir. Mantan produser film Hollywood ini didakwa atas dugaan pemerkosaan terhadap Jessica Mann, yang sebelumnya telah dua kali memberikan kesaksian bahwa dirinya diperkosa oleh Weinstein di sebuah hotel di Manhattan pada Maret 2013.
Kembali ke Meja Hijau
Kasus ini kembali bergulir setelah putusan bersalah terhadap Weinstein pada tahun 2020, yang menyatakan dirinya bersalah atas pemerkosaan tingkat tiga terhadap Mann, dibatalkan oleh pengadilan tertinggi negara bagian. Dalam persidangan ulang tahun lalu, juri memang menyatakan Weinstein bersalah atas kasus penyerangan terhadap korban lain, Miriam Haley, namun gagal mencapai kesepakatan terkait dakwaan yang melibatkan Mann. Kegagalan mencapai kesepakatan inilah yang mendorong jaksa untuk kembali mengajukan perkara tersebut ke pengadilan.
Dalam pernyataan pembukanya, jaksa menekankan bahwa kasus ini adalah soal “kekuasaan, kontrol, dan manipulasi.” Mereka berargumen bahwa Weinstein memanfaatkan posisinya sebagai sosok berpengaruh di industri hiburan untuk mendekati dan mengendalikan korban-korbannya.
Bantahan dari Tim Pembela
Di sisi lain, tim kuasa hukum Harvey Weinstein secara tegas membantah tudingan tersebut. Mereka berargumen bahwa hubungan antara kliennya dan Jessica Mann didasari atas persetujuan bersama. Pihak pembela menyoroti sejumlah pesan yang dikirim Mann kepada Weinstein sebagai bukti adanya komunikasi yang bersifat personal dan menunjukkan bahwa hubungan tersebut terjadi secara sukarela, bahkan berulang kali.
Kuasa hukum Weinstein menambahkan bahwa Mann memiliki kendali penuh atas pilihannya sendiri dalam hubungan tersebut. Sidang ini melibatkan 12 juri, yang terdiri dari tujuh pria dan lima perempuan, serta enam juri cadangan. Persidangan ini diperkirakan akan berlangsung hingga pekan kedua Mei mendatang.
Catatan Kasus Sebelumnya
Perlu dicatat, Weinstein sebelumnya juga divonis bersalah dalam kasus pemerkosaan terhadap seorang model asal Italia di Los Angeles pada tahun 2022 dan dijatuhi hukuman 16 tahun penjara. Namun, putusan tersebut saat ini masih dalam proses banding.
Latar Belakang Kontroversi
Harvey Weinstein pernah menjadi salah satu produser paling berpengaruh di Hollywood, mendirikan perusahaan Miramax dan The Weinstein Company. Ia terlibat dalam produksi sejumlah film sukses yang meraih penghargaan Oscar. Reputasinya hancur lebur setelah puluhan perempuan menuduhnya melakukan pelecehan seksual hingga pemerkosaan sejak tahun 2017. Tuduhan-tuduhan ini kemudian memicu gerakan global #MeToo, yang mengungkap skala luas pelecehan dan kekerasan seksual di berbagai industri.
Sejak saat itu, Harvey Weinstein terus menghadapi berbagai proses hukum di Amerika Serikat dan menjadi salah satu figur paling kontroversial dalam industri hiburan.






