Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan mengalami empat kali erupsi dalam kurun waktu delapan jam pada Rabu (22/4/2026). Aktivitas vulkanik ini memicu peringatan kepada warga untuk menjaga jarak aman dari gunung tersebut.
Berdasarkan pantauan Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, erupsi pertama terjadi pada pukul 03.30 Wita, disusul letusan pada pukul 05.13 Wita, 08.12 Wita, dan yang terakhir pada pukul 10.41 Wita. Selama periode tersebut, tercatat total empat kali erupsi sejak pukul 03.00 hingga 11.00 Wita.
Kolom abu vulkanik yang membumbung ke udara dari puncak kawah dilaporkan memiliki ketinggian bervariasi antara 300 hingga 600 meter. “Kolom abu teramati dengan intensitas sedang condong ke arah barat,” ujar Aji Putra Mahendra, petugas PGA Lewotobi Laki-laki, Rabu pagi.
Menyikapi peningkatan aktivitas ini, Aji mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah pencegahan. Ia menekankan pentingnya penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut guna melindungi sistem pernapasan dari paparan abu vulkanik. Selain itu, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya, serta senantiasa mengikuti arahan dari pemerintah setempat.
Peringatan Radius Aman
Lebih lanjut, warga serta pengunjung yang berada di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 4 kilometer dari pusat gunung. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi bahaya yang mungkin timbul akibat erupsi.
Aji menegaskan bahwa saat ini status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level II, yaitu “Waspada”.






