CIREBON, Kompas.com – Kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan barang bekas (rongsok) seluas kurang lebih 1.000 meter persegi di Desa Panguragan Lor, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Selasa (21/4/2026) petang. Api melalap habis dua unit bangkai bus bekas dan berbagai material di lokasi.
Dugaan awal, api muncul akibat percikan dari aktivitas pemotongan besi menggunakan gerinda. Percikan tersebut diduga mengenai tumpukan jok bekas yang terbuat dari busa, sehingga api dengan cepat merambat.
Eno Sujana, Kepala Bidang Kedaruratan dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, menjelaskan bahwa percikan api dari pemotongan besi itulah yang menjadi pemicu awal. “Percikan itu diduga mengenai tumpukan jok bekas berbahan busa,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (22/4/2026) pagi.
Material yang mudah terbakar di lokasi, seperti busa jok bekas, membuat api menjalar dengan sangat cepat dan meluas ke seluruh area gudang.
Pemadaman Berjalan Sulit
Petugas pemadam kebakaran segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Namun, saat tiba, api sudah membesar dan membakar dua bangkai bus bekas yang terparkir di area tersebut.
Kondisi di lapangan semakin menantang dengan adanya kepulan asap tebal dari sisa pembakaran bahan-bahan plastik dan busa, yang sangat menghambat jangkauan pandangan petugas.
“Petugas datang, api sudah besar, lokasi juga dipenuhi material mudah terbakar, hingga membuat proses pemadaman cukup menantang. Untuk antisipasi merambat, kami tambah armada dari sektor Gunungjati dan Weru,” terang Eno.
Setelah berjuang selama hampir satu jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api. Dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Dalam insiden ini, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. Pihak pemilik gudang pun belum dapat memberikan taksiran kerugian akibat kebakaran tersebut.






