Regional

Demo 21 April 2026 di Samarinda Berakhir Ricuh, Gubernur Kaltim Pilih Bungkam

Advertisement

Demonstrasi yang berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur, pada 21 April 2026, berujung ricuh setelah massa yang terdiri dari mahasiswa dan organisasi masyarakat bertahan di Kantor Gubernur Kaltim. Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, memilih untuk tidak memberikan komentar ketika awak media mencoba meminta tanggapannya seusai aksi tersebut.

Kejadian ini bermula dari keresahan masyarakat terkait transparansi anggaran pemerintah daerah. Sebelum mendatangi Kantor Gubernur, massa sempat menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kaltim. Sorotan utama aksi ini adalah pengadaan mobil dinas dan pembangunan rumah jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim yang dinilai memakan anggaran besar.

Pemerintah Provinsi Kaltim diketahui menganggarkan dana sebesar Rp 8,5 miliar untuk pengadaan mobil dinas gubernur. Anggaran ini sempat menjadi perhatian publik, bahkan hingga ke telinga Presiden Prabowo Subianto, yang kemudian berujung pada pembatalan pengadaan tersebut.

Selain itu, Pemprov Kaltim juga mengalokasikan dana sebesar Rp 25 miliar untuk renovasi rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur. Angka ini memicu protes dari massa aksi yang diperkirakan mencapai 2.000 orang, sebagaimana dilaporkan oleh Kompas.com pada Selasa, 21 April 2026.

Tuntutan Massa

Massa aksi mendesak DPRD Kaltim untuk menggunakan hak interpelasi terkait pengadaan mobil dinas dan renovasi rumah jabatan tersebut. Perwakilan massa dari Kedaulatan Rakyat Samarinda, Budiman Arief, menyatakan kekecewaannya.

“Banyak uang kita dipakai, Rp 8,5 miliar untuk mobil dinas, lalu Rp 25 miliar untuk rumah jabatan. Apa maksudnya itu? Ini uang rakyat,” ujar Budiman Arief.

Advertisement

Budiman menambahkan, kedatangan mereka ke Gedung DPRD bukan tanpa alasan. Ia menekankan bahwa DPRD adalah “rumah rakyat” dan meminta para wakil rakyat untuk menjalankan fungsi pengawasan mereka dengan sungguh-sungguh.

“Kami datang ke sini bukan tanpa alasan. DPRD ini rumah rakyat. Kami minta mereka benar-benar menjalankan fungsi pengawasan, jangan tutup mata,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud terlihat meninggalkan kantornya di tengah pengawalan petugas keamanan. Ia tidak memberikan jawaban apapun ketika diinterogasi oleh awak media mengenai jalannya demonstrasi yang berujung ricuh.

Polisi yang telah membentuk barikade dan memasang kawat berduri akhirnya membubarkan massa yang sempat melanjutkan aksinya di sekitar kantor gubernur.

Advertisement