Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia akan dilanda hujan lebat disertai angin kencang pada Rabu (22/4/2026) dan Kamis (23/4/2026). Potensi cuaca ekstrem ini mencakup wilayah di Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, hingga Kalimantan Barat.
Menurut BMKG, kondisi ini dipicu oleh beberapa fenomena atmosfer. Di antaranya adalah gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang terdeteksi di beberapa wilayah. Selain itu, keberadaan Bibit Siklon Tropis 92S di Samudra Hindia barat daya Lampung turut berkontribusi dalam membentuk daerah pertemuan angin (konvergensi) dan konfluensi, yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Faktor pendukung lainnya meliputi pemanasan permukaan yang cukup hangat pada siang hari dan kelembapan udara yang masih tinggi, yang secara keseluruhan memfasilitasi pembentukan awan konvektif berpotensi hujan.
Perincian Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
BMKG merilis peringatan dini mengenai potensi hujan lebat dan angin kencang yang diperkirakan terjadi di berbagai daerah pada tanggal 22 dan 23 April 2026.
Rabu, 22 April 2026
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi:
- Aceh
- Sumatera Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Sumatera Selatan
- Bengkulu
- Lampung
- Banten
- Jakarta
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Utara
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Maluku Utara
- Maluku
- Papua Barat
- Papua Tengah
- Papua Pegunungan
- Papua Selatan
Sementara itu, wilayah yang diperkirakan berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat adalah:
- Sumatera Utara
- Jambi
- Kepulauan Bangka Belitung
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Daerah Istimewa Yogyakarta
- Jawa Timur
Adapun wilayah yang berpotensi dilanda angin kencang pada hari yang sama adalah Jawa Timur dan Kepulauan Bangka Belitung.
Kamis, 23 April 2026
Untuk tanggal 23 April 2026, wilayah yang diprakirakan berpotensi hujan sedang hingga lebat mencakup:
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Kepulauan Bangka Belitung
- Bengkulu
- Lampung
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Maluku Utara
- Maluku
- Papua Barat Daya
- Papua Barat
- Papua Tengah
- Papua Pegunungan
- Papua
- Papua Selatan
Hanya Daerah Istimewa Yogyakarta yang diperkirakan berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada Kamis, 23 April 2026.
Analisis Penyebab Cuaca Ekstrem
BMKG menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem ini merupakan bagian dari dinamika atmosfer yang masih berlangsung. Fenomena seperti El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada dalam kondisi netral dan tidak memberikan pengaruh dominan terhadap cuaca di Indonesia.
Namun, penguatan monsoon Australia diprediksi akan membawa massa udara kering dari wilayah tersebut ke Indonesia. Di sisi lain, aliran angin timur yang dominan di sebagian besar wilayah mengindikasikan adanya transisi bertahap dari musim hujan menuju musim kemarau di beberapa daerah.
Meskipun demikian, hujan masih berpotensi terjadi akibat pengaruh dinamika atmosfer lainnya. Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi melewati wilayah Aceh pada fase 8. Selain itu, Gelombang Kelvin juga diperkirakan aktif di sejumlah wilayah yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Sirkulasi siklonik juga berpotensi terbentuk di Samudra Hindia barat Sumatera Barat, Kalimantan Barat, dan Papua. Sistem ini mampu menciptakan daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di sepanjang pesisir barat Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Papua, serta di sekitar pusat sirkulasi siklonik tersebut.
Imbauan BMKG
Menyikapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Para pengendara kendaraan bermotor diingatkan untuk berhati-hati terhadap hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan. Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan air, serta sambaran petir. Disarankan untuk menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan yang rapuh.
BMKG menekankan bahwa kondisi cuaca di Indonesia dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui berbagai kanal informasi yang disediakan oleh BMKG.




![[POPULER TREN] Daftar Harga LPG 12 Kg dan 5,5 Kg Terbaru | 5 Pelajaran dari RA Kartini [POPULER TREN] Daftar Harga LPG 12 Kg dan 5,5 Kg Terbaru | 5 Pelajaran dari RA Kartini](https://www.manadotoday.co.id/wp-content/uploads/2026/04/69e7f6735b3b3-768x512.webp)

