Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat (Jabar) selama sepekan ke depan, dengan penekanan khusus pada kewaspadaan di Bandung Raya dan sekitarnya. Hujan lebat yang disertai kilat, petir, hingga angin kencang diprediksi masih akan mendominasi.
Berdasarkan analisis BMKG, periode 12 hingga 18 April 2026 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Jabar masih dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Beberapa titik bahkan tercatat mengalami curah hujan dalam kategori ekstrem.
Penyebab Cuaca Ekstrem
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jawa Barat, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh beberapa faktor atmosfer. “Suhu permukaan laut yang relatif hangat di perairan Indonesia meningkatkan pasokan uap air ke atmosfer secara masif,” ujar Teguh Rahayu dalam keterangan resminya, Rabu (22/4/2026), dilansir dari Tribun.
Selain itu, terbentuknya area belokan dan pertemuan arus angin (konvergensi) di atas Pulau Jawa turut memperbesar peluang pertumbuhan awan hujan. Tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi pada lapisan 850 hingga 500 mb, dengan kisaran mencapai 50 sampai 95 persen, juga menjadi faktor pendukung.
“Faktor lain yang memperkuat kondisi tersebut adalah tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi pada lapisan 850 hingga 500 mb, dengan kisaran mencapai 50 sampai 95 persen,” tambah Teguh.
Tingkat ketidakstabilan atau labilitas atmosfer di Jabar yang berada pada kategori ringan hingga kuat juga memicu pertumbuhan awan konvektif skala lokal yang meluas.
Wilayah yang Terdampak
Dalam sepekan terakhir, hujan lebat hingga ekstrem telah melanda hampir seluruh wilayah Jabar, mencakup:
- Wilayah utara: Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, dan Cirebon.
- Wilayah tengah/Priangan: Bogor, Depok, Purwakarta, Bandung Raya (Kota/Kabupaten Bandung, Bandung Barat), Sumedang, Majalengka, dan Kuningan.
- Wilayah selatan: Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.
Dinamika atmosfer ke depan diprediksi masih belum stabil. Aktivitas gelombang Equatorial Kelvin terpantau aktif pada awal pekan, yang ditambah dengan potensi belokan angin di sekitar Jawa Barat.
“Potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang yang bisa terjadi pada skala lokal dan durasi singkat ada di sebagian wilayah,” kata Teguh.
Peringatan Dini untuk Kamis (23/4/2026)
BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah-wilayah berikut pada hari Kamis (23/4/2026):
- Kabupaten dan Kota Bekasi
- Kabupaten Bogor dan Depok
- Karawang, Purwakarta, Subang
- Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi
- Bandung Raya (Kota/Kabupaten Bandung, Bandung Barat)
- Sumedang, Majalengka, Kuningan, Kabupaten Cirebon
- Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai dampak sekunder dari cuaca ekstrem ini, seperti pohon tumbang, banjir luapan, hingga tanah longsor, terutama saat terjadi hujan deras dengan durasi singkat namun intens.






