Regional

ASN Nganjuk Diduga Selingkuh dengan Oknum Polisi, Disnaker Akan Lakukan Klarifikasi

Advertisement

NGANJUK, KOMPAS.com – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan berinisial AN, yang diduga terlibat perselingkuhan dengan oknum polisi berinisial D, bertugas di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Nganjuk, Jawa Timur. Dugaan ini mencuat setelah AN dan D digerebek warga di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk, pada Jumat (17/4/2026) sore.

Penggerebekan tersebut dilakukan oleh pihak keluarga AN yang telah mencurigai aktivitas keduanya. Setelah melakukan pemantauan, keluarga AN memergoki keduanya berada di dalam rumah kontrakan tersebut.

Pasca penggerebekan, AN dan oknum polisi D diamankan oleh Propam Polres Nganjuk untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan perselingkuhan tersebut.

ASN yang Diduga Terlibat Baru Dilantik Januari 2026

Sekretaris Disnaker Nganjuk, Singgih Wiratno, mengungkapkan bahwa AN merupakan pegawai yang relatif baru di lingkungan dinas tersebut. Sebelumnya, AN bekerja sebagai pegawai harian lepas di Pemerintah Kabupaten Nganjuk sebelum akhirnya dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Januari 2026.

“Awalnya yang bersangkutan di sekretariat, kemudian dipindah ke bagian pelayanan untuk penyegaran,” ujar Singgih Wiratno pada Selasa (21/4/2026), seperti dilansir dari TribunJatim.

Singgih mengaku terkejut dengan munculnya kasus ini. Ia menilai AN memiliki kinerja yang baik selama bertugas. “Kinerja yang bersangkutan bagus, dan kami rutin melakukan pembinaan,” ungkapnya.

Advertisement

Disnaker Akan Lakukan Klarifikasi

Menyikapi dugaan perselingkuhan yang melibatkan salah satu pegawainya, Disnaker Nganjuk belum mengambil keputusan terkait sanksi terhadap AN. Pihaknya akan menunggu proses pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian selesai.

“Kami lakukan klarifikasi terlebih dahulu. Setelah itu baru kami koordinasikan dengan BKPSDM dan Inspektorat,” jelas Singgih.

Ia menegaskan bahwa keputusan mengenai sanksi akan diambil secara hati-hati dan tidak tergesa-gesa. “Kami tidak ingin terburu-buru. Semua akan diputuskan setelah koordinasi dan hasil klarifikasi lengkap,” pungkasnya.

Kasus ini masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar bagi instansi terkait untuk menentukan langkah selanjutnya. Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga integritas dan profesionalitas sebagai aparatur negara.

Advertisement