Vitamin D Ternyata Kurang Bermanfaat Bagi Tulang Wanita Menopause

Reporter : | 28 Agu, 2015 - 10:38 pm WITA

Wanita Menopause , Vitamin D, tips sehat, kesehatan

(foto: pixabay)

ManadoToday – Dosis tinggi vitamin D tidak akan melindungi wanita menopause dari bahaya osteoporosis, penelitian menunjukkan.

“Meskipun vitamin D dosis tinggi memang meningkatkan penyerapan kalsium, kenaikan yang didapatkan hanya 1 persen dan [itu] tidak memiliki keuntungan bagi tulang belakang, pinggul atau kepadatan mineral tulang tubuh total,” kata penulis studi Dr Karen Hansen dikutip dari webdm.com.

Bahkan, Hansen, seorang profesor kedokteran di Universitas Wisconsin di Madison, mencatat bahwa dia dan rekan-rekannya “tidak menemukan manfaat dari vitamin D, baik dosis tinggi atau rendah, pada massa otot.”

Tim melaporkan hasil penelitian secara online di jurnal JAMA Internal Medicine.

Wanita menopause menghadapi risiko lebih besar untuk mengembangkan osteoporosis, menurut US National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. Bahkan, penulis penelitian mengatakan hampir setengah dari wanita menopause akan mengalami beberapa jenis patah tulang akibat kurangnya massa tulang, otot dan / atau kepadatan tulang yang rendah.

Untuk mengeksplorasi potensi manfaat suplementasi vitamin D pada kesehatan tulang, peneliti berfokus pada 230 wanita monopause yang kekurang vitamin D. Semua berusia dibawah usia 75 tahun dan berkulit putih.

Antara tahun 2010 dan 2013, wanita dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok dosis tinggi vitamin D; kelompok dosis rendah vitamin D; dan kelompok pil bebas vitamin D.

Selama satu tahun, mereka dalam kelompok dosis rendah menerima 800 IU vitamin D setiap hari, sedangkan pada kelompok dosis tinggi menerima 50.000 IU vitamin D dua kali sebulan.

Pada akhir tahun, kelompok yang tidak mengkonsumsi pil mengalami penurunan tingkat penyerapan kalsium sebanyak sedikit lebih dari 1 persen, sedangkan kelompok dosis rendah mengalami kenaikan sekitar 2 persen. Dan pada kelompok dosis tinggi naik sebesar 1 persen.

Para peneliti memperingatkan bahwa temuan mungkin tidak berlaku untuk wanita non-kulit putih, wanita muda-dewasa, wanita di atas usia 75 tahun atau laki-laki.

“Saya tidak percaya bahwa penelitian saya adalah yang terakhir dan definitif tentang vitamin D,” tambah Hansen, sambil mengingatkan bahwa dosis tinggi suplemen vitamin D biasanya tidak berbahaya, selain pada wanita dengan kadar kalsium darah tinggi atau batu ginjal.

Baca Juga :

Leave a comment