Kenali Tanda-tanda Artritis Reumatoid Juvenil (ARJ) Pada Anak

Reporter : | 19 Mei, 2015 - 2:44 pm WITA

 Artritis, kesehatan,  Artritis Reumatoid Juvenil, ARJ

(foto: pixabay)

ManadoToday РArtritis Reumatoid Juvenil (ARJ) menyebabkan peradangan sendi selama setidaknya enam minggu pada anak-anak berusia 16 tahun atau lebih muda. Ini adalah jenis Artritis paling umum yang terjadi pada masa kanak-kanak.

Gejala dan tanda-tanda:

– Sendi bengkak, nyeri dan kaku: Ini lebih terasa saat pagi hari atau setelah tidur siang. Umumnya mempengaruhi lutut dan sendi di tangan dan kaki. Anak-anak mungkin mengeluh sakit, atau anda mungkin akan melihat mereka pincang.

– Demam dan ruam: Ini dapat dikaitkan dengan banyak kondisi medis, tetapi jika terjadi terus-menerus, itu mungkin sinyal ARJ sistemik. Demam dan ruam yang disebabkan oleh ARJ sistemik mungkin muncul dan menghilang dengan cepat.

– Pembengkakan kelenjar getah bening: Tanda ini dapat terjadi pada anak-anak dengan ARJ sistemik.

– Radang mata: Masalah ini, kebanyakan terjadi pada anak-anak dengan ARJ Polyarticular, awalnya tidak menghasilkan tanda-tanda atau gejala pada sebagian besar mereka yang terkena dampak. Pemeriksaan mata rutin dianjurkan karena radang mata dapat menyebabkan kebutaan.

– Demam berulang 103 derajat atau lebih tinggi

– Radang mata

– Rasa sakit dan / atau kekakuan sendi.

– Pincang.

– Pembengkakan sendi.

– Melemahnya keterampilan motorik halus.

– Gangguan perkembangan tulang dan pertumbuhan.

Jenis ARJ tergantung pada gejala:

– ARJ Pausiartikular: Hal ini mempengaruhi sendi besar, seperti lutut. Ini adalah bentuk paling umum dari ARJ.

– ARJ Polyarticular: Ini mempengaruhi lima atau lebih sendi – biasanya sendi kecil, seperti di tangan dan kaki. ARJ Polyarticular sering mempengaruhi sendi yang sama di kedua sisi tubuh anak.

– ARJ Sistemik: Ini mempengaruhi banyak area tubuh, termasuk sendi dan organ internal. Ini adalah bentuk paling umum dari ARJ.

Untuk pengobatan dan menggunakan Non steroid anti-inflamasi seperti ibuprofen, dan naproxen, memberikan obat anti-rematik seperti Methotrexate, Sulfasalazine, obat Tumor Necrosis Factor (TNF) seperti Etanercept, Infliximab serta pengobatan lain seperti terapi fisik, dan olahraga teratur. (artikel dikutip dari healthcaremagic)

Baca Juga :

Leave a comment