Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau pemerintah daerah untuk mengurangi jumlah dan durasi acara seremonial pelepasan jemaah calon haji. Imbauan ini disampaikan di Jakarta pada Rabu (22/5/2024) dengan tujuan utama menjaga kebugaran jemaah sebelum menempuh perjalanan jauh ke Tanah Suci.
Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan bahwa banyaknya acara seremonial yang berulang di tingkat kabupaten/kota maupun embarkasi berpotensi mengurangi waktu istirahat jemaah. Kondisi ini sangat berisiko, terutama bagi jemaah lanjut usia (lansia), kelompok berisiko tinggi (risti), dan penyandang disabilitas.
“Mohon jangan terlalu banyak seremonial di daerahnya masing-masing terkait dengan pelepasan jemaah, supaya kemudian jemaah tidak banyak lama menunggu, tidak letih karena seremonial yang terlalu banyak itu menyebabkan jemaah mudah letih,” ujar Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dalam keterangannya.
Ia menambahkan, pihaknya berharap pemerintah daerah dapat memahami pentingnya menjaga kondisi fisik calon haji. “Mohon dipahami supaya bisa kurangi acara-acara seremonial di daerah terkait dengan pelepasan jemaah,” pinta Wamenhaj Dahnil.
Imbauan ini disampaikan bertepatan dengan dimulainya operasional misi haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sebelumnya, sebanyak 391 calon haji dari kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Pondok Gede Jakarta (JKG 1) telah diberangkatkan ke Tanah Suci pada Rabu dini hari.
Ratusan calon haji tersebut diterbangkan menuju Madinah melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, sekitar pukul 00.45 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia.






