Edukasi

Temuan Joki UTBK 2026, UM Akan Tindak Tegas Pelaku Kecurangan

Advertisement

Universitas Negeri Malang (UM) menyatakan akan menindak tegas segala bentuk kecurangan yang terindikasi selama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pihak universitas menegaskan akan memproses setiap indikasi pelanggaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk temuan mengenai penggunaan joki.

Direktur Pendidikan UM, Prof. Evi Eliyanah, menekankan bahwa UTBK merupakan tahapan seleksi krusial yang harus dijalankan dengan prinsip objektivitas dan transparansi. “Segala bentuk kecurangan, termasuk penggunaan joki, tidak dapat dibenarkan karena mencederai prinsip keadilan bagi seluruh peserta yang telah mengikuti ujian dengan jujur,” ujar Prof. Evi dalam keterangan resmi.

Berbagai Temuan Kecurangan Terjadi di UTBK 2026

Terkait informasi adanya peserta yang menggunakan joki, Prof. Evi menyatakan bahwa UM akan mendalami kasus tersebut. “Kami akan dalami informasi dari kasus tersebut yang kemudian kita laporkan ke panitia pusat SNPMB, sebab yang berwenang mengambil keputusan adalah panitia pusat itu,” jelasnya, seperti dilansir dari rilis resmi UM, Rabu (22/4/2026).

Sebelumnya, tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) telah melaporkan adanya berbagai temuan kecurangan pada hari pertama pelaksanaan UTBK 2026. Ketua tim penanggungjawab SNPMB, Prof. Eduart Wolok, menyebutkan praktik perjokian hingga penggunaan alat canggih masih ditemukan di sejumlah pusat UTBK.

Prof. Eduart merinci bahwa laporan kecurangan tersebut berasal dari berbagai institusi, di antaranya Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNVJT), Universitas Negeri Malang (UM), dan beberapa kampus lainnya. “Peningkatan pengawasan dilakukan di beberapa Pusat UTBK, di antaranya UPNVJT, Unair, Unesa, Universitas Negeri Malang (UM), Undip, hingga Unsulbar,” tegas Prof. Eduart dalam konferensi pers di Jakarta.

Advertisement

Langkah antisipasi pengawasan yang diperketat ini merupakan upaya untuk menjaga integritas pelaksanaan UTBK 2026 agar tetap berjalan secara transparan dan adil bagi seluruh calon mahasiswa. Kekhawatiran ini diperkuat dengan adanya data 2.940 data anomali yang terdeteksi tersebar di banyak pusat UTBK.

UM Perketat Pengawasan dan Komitmen pada Integritas

UM menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah dan integritas pelaksanaan UTBK. Setiap indikasi pelanggaran dipastikan akan diproses sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Seluruh peserta pun diimbau untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran dan mematuhi seluruh aturan ujian yang telah ditetapkan.

Dalam pelaksanaannya, UM terus memperketat sistem pengawasan. Hal ini mencakup pemeriksaan identitas peserta secara cermat hingga pengawasan langsung di dalam ruang ujian. Upaya ganda ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung aman, tertib, dan bebas dari praktik kecurangan.

Di samping itu, UM mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan suasana ujian yang kondusif, demi mewujudkan proses seleksi yang bersih dan berintegritas. Kejujuran dipandang sebagai nilai utama yang harus senantiasa dijunjung tinggi dalam dunia pendidikan.

Advertisement