Global

Tarif Terusan Panama Melonjak Jadi Rp 68 Miliar Usai Selat Hormuz Ditutup

Advertisement

Penutupan Selat Hormuz akibat ketegangan geopolitik memicu lonjakan permintaan dan biaya operasional di Terusan Panama. Sebuah kapal pengangkut gas alam cair (LNG) terpaksa membayar hingga 4 juta dollar AS atau sekitar Rp 68 miliar dalam lelang untuk bisa segera melintas, demi menghindari antrean yang kini mencapai lima hari.

Langkah ekstrem ini ditempuh oleh kapal-kapal yang tidak melakukan pemesanan transit jauh-jauh hari. Sistem Terusan Panama memang mengharuskan kapal melakukan pemesanan, namun bagi yang tidak, opsi terakhir adalah memenangkan lelang slot transit menit terakhir.

Kenaikan tarif lelang ini sangat dramatis. Jika rata-rata harga lelang pada periode Oktober hingga Februari hanya berkisar 130.000 dollar AS (Rp 2,2 miliar), angka tersebut melonjak menjadi 385.000 dollar AS (Rp 6,6 miliar) pada Maret dan April. Otoritas Terusan Panama mencatat lonjakan pembayaran lelang ini terjadi sejak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, yang berujung pada blokade di Selat Hormuz, jalur krusial bagi seperlima ekspor minyak dan gas alam dunia dari negara-negara Teluk.

Pergeseran Rute Perdagangan Global

Kondisi geopolitik tersebut memaksa kilang-kilang di Asia untuk melakukan penyesuaian strategi dalam pemenuhan kebutuhan bahan bakar mereka. Alhasil, mereka mulai beralih untuk membeli minyak dan gas dari Amerika Serikat, yang kemudian dikirim melalui Terusan Panama.

Data resmi menunjukkan bahwa jumlah rata-rata kapal yang melintasi terusan ini tetap stabil, bahkan menunjukkan tren peningkatan. Pada Januari 2026, tercatat rata-rata 34 kapal per hari, kemudian meningkat menjadi 37 kapal pada Maret. Bahkan, ada beberapa hari di mana jumlah transit harian mencapai lebih dari 40 kapal.

Advertisement

“Peningkatan ini mencerminkan perubahan pola perdagangan global dan kondisi pasar, termasuk faktor geopolitik yang memengaruhi rute-rute utama,” ujar Otoritas Terusan Panama dalam pernyataan resminya kepada AFP, Selasa (21/4/2026).

Terusan Panama memiliki peran yang sangat vital dalam perdagangan maritim global, melayani sekitar lima persen dari total perdagangan dunia. Pengguna utama jalur ini adalah Amerika Serikat dan China. Terusan ini menjadi penghubung krusial antara Pantai Timur AS dengan negara-negara Asia Timur seperti China, Korea Selatan, dan Jepang.

Pada paruh pertama tahun fiskal 2026, yang mencakup periode Oktober hingga September, Terusan Panama mencatat perlintasan sebanyak 6.288 kapal. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 3,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Advertisement