Polemik seputar keabsahan ijazah sarjana Presiden Joko Widodo dari Universitas Gadjah Mada (UGM) kian memanas dengan adanya saling balas pernyataan antara Jokowi dan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK). Isu ini mencuat setelah sejumlah pihak mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi, bahkan kasusnya telah ditangani oleh Polda Metro Jaya. Nama JK pun turut terseret menyusul tudingan bahwa ia berada di balik pendanaan isu ijazah palsu tersebut.
JK Mendesak Jokowi Membuktikan Keabsahan Ijazah
Dalam salah satu pernyataannya, Jusuf Kalla sempat meminta Jokowi untuk menunjukkan ijazah aslinya guna mengakhiri polemik yang dinilainya telah berlarut-larut. Permintaan ini disampaikan JK saat ia melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri terkait tudingan pendanaan isu ijazah palsu. Menurut JK, isu ijazah palsu Jokowi telah berlangsung selama beberapa tahun dan menimbulkan dampak luas serta keresahan di masyarakat.
“Meresahkan masyarakat, merugikan waktu, merugikan masyarakat, merugikan Pak Jokowi, merugikan semua, puluhan miliar uang habis untuk ke pengacara apakah seperti saya ini waktu saya hilang,” ujar JK dikutip dari Kompas.com, Rabu (8/4/2026).
Ia menilai bahwa polemik tersebut seharusnya segera diakhiri agar tidak terus memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Jokowi Menyerahkan Pembuktian kepada Pihak Penuduh
Presiden Joko Widodo tidak serta merta memenuhi permintaan JK untuk menunjukkan ijazah aslinya. Mantan Wali Kota Solo ini justru menegaskan bahwa pihak yang melontarkan tudinganlah yang seharusnya membuktikan kebenaran klaim mereka.
“Itu juga serahkan pada proses hukum yang ada. Dan, memang mestinya yang menuduh itu yang membuktikan,” kata Jokowi, dikutip dari Kompas.com, Jumat (10/4/2026).
Jokowi menambahkan, ia tidak ingin proses ini dibalik menjadi dirinya yang harus membuktikan. “Bukan saya disuruh menunjukkan. Nanti semua orang bisa menuduh dan suruh menunjukkan buktinya yang dituduh. Kebalik-balik itu,” tuturnya.
Lebih lanjut, Jokowi menyatakan tidak ingin berspekulasi mengenai dugaan adanya tokoh di balik isu tersebut. Ia memilih untuk menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang sedang berjalan.
“Saya tidak mau berspekulasi mengenai nama. Karena itu perlu bukti-bukti fakta-fakta hukum. Jadi ini juga sama serahkan semua pada proses hukum yang ada,” ujar Jokowi.
JK Kembali Meminta Ijazah, Singgung Peran dalam Pilpres 2014
Tak lama berselang, Jusuf Kalla kembali mengungkapkan pandangannya terkait polemik ijazah palsu Jokowi. Ia menilai, namanya semakin terseret setelah melaporkan Rismon ke polisi.
“Saya tidak tahu. Saya saya tidak tidak menuduh politik. Tetapi, ini kenyataannya bahwa ini timbul setelah saya mengadukan Rismon,” ujar JK, dikutip dari Kompas TV, Sabtu (18/4/2026).
Advertisement
JK kembali mendesak Jokowi untuk menyelesaikan polemik ini. “Dan kedua saya mengatakan bahwa ini sudah dua tahun rakyat ini berkonflik, bertentangan, saling mengadu, saling berteriak-berteriak, sudahlah Pak Jokowi sudah kasihlah ijazah saja,” tambahnya.
Ia juga menyinggung posisinya sebagai pihak yang lebih senior dan berharap polemik tersebut bisa segera diselesaikan. “Saya lebih tua dari dia. Jadi, sebagai orang yang lebih senior saya nasihati,” ungkapnya.
Selain itu, JK menyebut dirinya pernah berperan dalam perjalanan politik Jokowi, termasuk saat mendorongnya maju ke tingkat nasional. “Jokowi jadi presiden karena saya kan tanpa gubernur mana bisa jadi presiden,” kata JK.
Jokowi Menanggapi Santai, Harap Kepastian Hukum
Menanggapi pernyataan JK, Presiden Jokowi merespons dengan nada santai. Ia menyebut dirinya hanya orang biasa.
“Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” ungkap Jokowi dikutip dari TribunSolo, Senin (20/4/2026).
Di sisi lain, Jokowi berharap polemik ijazah palsu yang menyeret namanya segera dibawa ke pengadilan agar mendapat kepastian hukum.
“Ya pengin saya seperti itu secepat-cepatnya. Ini kan sudah hampir satu tahun,” ujar Jokowi, dikutip dari Kompas.com, Jumat (10/4/2026).
Ia berharap berkas perkara segera dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke pengadilan agar kebenaran dapat diuji secara terbuka.
“Segera di-P21 dan diserahkan kepada pengadilan untuk nanti kita bisa menunjukkan, mana yang benar, mana yang tidak benar,” ungkapnya.
Jokowi juga menyatakan kesiapannya untuk menunjukkan seluruh ijazah asli jika diminta dalam persidangan. “Kalau diminta hakim untuk menunjukkan ijazah asli akan saya tunjukkan. Baik SD, SMP, SMA, S-1 semuanya saya akan tunjukkan. Ya forumnya jelas. Forum hukumnya ada di pengadilan,” tegasnya.





