DEMAK, KOMPAS.com – Ratusan santri di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami gejala keracunan massal setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium Kota Semarang untuk mengidentifikasi penyebab pasti insiden tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Demak, Ali Maimun, menyatakan bahwa hasil uji laboratorium diperkirakan baru akan keluar dalam kurun waktu 3 hingga 4 hari ke depan.
“Belum, 3-4 hari,” ujar Ali melalui pesan WhatsApp, Senin (20/4/2026), ketika ditanya mengenai perkembangan hasil uji laboratorium.
Insiden yang diduga keracunan ini terjadi pada Minggu (19/4/2026), sehari setelah kegiatan diskusi terkait program MBG dilaksanakan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung.
Sebelumnya, Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan, menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab keracunan sembari menunggu hasil laboratorium dari Semarang. “Kita belum bisa menentukan, karena sampel makanan dikirim ke Semarang kemungkinan besok,” kata Arief saat ditemui di Puskesmas Kebonagung pada Minggu sore.
Hal serupa disampaikan oleh Koordinator Wilayah SPPG Demak, Ali Muzani. Pihaknya saat ini masih menanti hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Demak dan Dokkes Polres Demak untuk menu yang disajikan pada hari kejadian. “Tadi sudah diambil dari Dinkesda dan juga dari Dokes Kabupaten Demak untuk diuji lab sampel yang ada pada menu kemarin itu,” ungkap Ali di SPPG Desa Pilangwetan, Minggu.
Ali Muzani merinci menu yang didistribusikan pada Sabtu (18/4/2026) meliputi nasi goreng, telur ceplok, tahu goreng, acar timun-wortel, buah jeruk, serta susu. “Menu kemarin itu ada nasi goreng, kemudian telur ceplok, tahu goreng, ada acar timun-wortel, buahnya ada buah jeruk dan ada susu,” pungkasnya.





