JAKARTA, KOMPAS.com – Aktris peraih Piala Oscar, Nicole Kidman, mengungkapkan sebuah pendalaman baru dalam pemahaman hidupnya dengan mempelajari peran sebagai death doula atau pendamping kematian. Langkah tak lazim ini ia sampaikan dalam sebuah forum diskusi di Marian Anderson Hall, Kimmel Center, sebagai bagian dari rangkaian acara yang diproduksi The History Channel.
Kidman menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari pencarian makna yang lebih dalam terkait kehidupan dan kematian. “Saya sedang mengembangkan diri untuk belajar menjadi doula kematian, dan itu membuat banyak orang bingung atau tertarik,” ujarnya.
Apa Itu Pendamping Kematian?
Berbeda dengan doula yang lazim dikenal membantu proses kehamilan dan persalinan, doula kematian memiliki peran mendampingi individu yang berada di fase akhir kehidupan. Mereka menawarkan dukungan emosional, spiritual, hingga praktis bagi pasien dan keluarganya.
Bagi Kidman, peran ini bukan sekadar profesi alternatif, melainkan sebuah panggilan personal. “Ini sangat indah, dan Anda harus punya kepribadian tertentu untuk melakukannya. Saya merasa saya punya itu,” kata bintang film Babygirl tersebut.
Ia meyakini kehadiran seorang pendamping di momen-momen terakhir kehidupan dapat membuat proses perpisahan menjadi lebih manusiawi. “Selalu ada penderitaan, tapi jika ada orang yang membantu melewati tahap akhir itu dengan lebih ringan, dengan koneksi hati, itu menjadi sesuatu yang indah,” lanjutnya.
Dipicu Duka Kehilangan Ibunda
Ketertarikan Kidman terhadap dunia pendampingan akhir hayat tidak terlepas dari pengalaman pribadinya yang mendalam saat kehilangan sang ibu. Momen duka itu bertepatan dengan pencapaiannya di Festival Film Venesia pada September 2024.
Alih-alih merayakan penghargaan, Kidman justru harus menghadapi kenyataan pahit. “Saya naik ke panggung, lalu mengetahui ibu saya meninggal. Saya kembali ke kamar hotel di Venesia dan benar-benar hancur,” kenangnya.
Ia menggambarkan momen tersebut sebagai titik terendah, di mana ia merasa kehilangan arah dan kesulitan menjalani rutinitas sehari-hari. “Ibu saya adalah bagian yang sangat penting dalam hidup saya. Kehilangan itu terasa sangat menghancurkan,” katanya. Saking beratnya, Kidman sempat merasa tak sanggup untuk pulang.
“Saya berada di perahu menuju bandara, lalu berpikir saya tidak bisa melakukan ini. Saya kembali ke kamar, sendirian,” ujarnya.
Mencari Makna, Bukan Sekadar Kedamaian
Pengalaman pahit tersebut justru membentuk cara pandang baru bagi Kidman mengenai kehidupan. Ia mengaku tidak pernah benar-benar mencari ketenangan semata, melainkan ingin memahami kompleksitas emosi manusia.
“Saya tidak mencari kedamaian. Saya mencari eksplorasi kondisi manusia,” tegasnya.
Sebagai aktris dan produser, termasuk melalui proyek seperti Nine Perfect Strangers, Kidman merasa pekerjaannya selama ini juga merupakan bagian dari eksplorasi tersebut. “Saya suka bekerja, saya suka berada di dunia ini untuk berkarya, dan jika bisa memberikan ruang bagi orang lain untuk bekerja, itu sangat berarti bagi saya,” ujarnya.
Langkah Kidman mempelajari peran sebagai doula kematian pun menjadi refleksi baru dari perjalanan hidupnya—bahwa di balik gemerlap karier, terdapat pencarian mendalam tentang arti hadir, kehilangan, dan kemanusiaan itu sendiri.






